Politik Pilkada 2024

Ra Fahmi, Politisi dari Pesantren dan Spirit Kabupaten Probolinggo Berbenah

Senin, 24 Juni 2024 - 16:56 | 48.82k
Ra Fahmi (pegang mic) diapit Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Probolinggo, KH Tauhidullah Badri dan Abdul Malik Haramain di acara konsolidasi partai (Foto: Dokumen PKB)
Ra Fahmi (pegang mic) diapit Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Probolinggo, KH Tauhidullah Badri dan Abdul Malik Haramain di acara konsolidasi partai (Foto: Dokumen PKB)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Nama Ra Fahmi AHZ mencuat di panggung politik Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, setidaknya dalam sebulan terakhir.

Pada 29 Mei 2024, figur 39 tahun ini didapuk menjadi ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, parpol dengan perolehan suara terbanyak pada Pileg 2024, pemilik kursi terbanyak nomor 2 di DPRD kabupaten setempat untuk periode 2024-2029.

Begitu diamanahi menjadi ketua parpol yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama atau NU, Ra Fahmi langsung melakukan konsolidasi. Politisi dari Ponpes Nurul Jadid ini terjun dan menyapa pengurus anak cabang (PAC) PKB hingga ke pelosok, menggelar pendidikan politik serta penguatan organisasi.

Meski baru di panggung politik, nama Ra Fahmi terus melejit. Atas restu keluarga serta dorongan masyayikh, ia bertekad maju dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024 sebagai kontestan, dengan semangat Probolinggo Berbenah: Bersih, Berani dan Amanah.

Ditempa di Lingkungan Pesantren

Ra Fahmi merupakan putra dari pasangan KH Abdul Haq Zaini-Ny Hj Nuri Firdausiyah. KH Abdul Haq adalah Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Probolinggo selama dua periode sejak 2002.

Dari jalur sang ayah, Ra Fahmi merupakan cucu KH Zaini Mun’im, pendiri dan pengasuh pertama Ponpes Nurul Jadid. KH Zaini merupakan ulama asal Pamekasan, Madura. Karena itulah, ada sebutan Lora di depan nama Fahmi AHZ.

PKB-Kabupaten-Probolinggo-3.jpgRa Fahmi bersama Gus Haris dan pimpinan parpol lain dalam acara di Hotel Bromo Park, Probolinggo (Foto: Dokumen Gerindra)

Kata Lora berasal dari Bahasa Madura. Kata ini digunakan sebagai panggilan untuk anak laki-laki dari seorang kiai atau orang terhormat.

Meski lahir di lingkungan pesantren, Ra Fahmi memiliki semangat egaliter. Ia tak pilih-pilih dalam bergaul. Figur kelahiran 17 September 1985 ini juga aktif berorganisasi sejak kecil.

Pendidikan Ra Fahmi dimulai dari TK Bina Anaprasa di bawah Yayasan Nurul Jadid. Kemudian melanjutkan ke MI Nurul Mun’im selama 1 tahun, sebelum akhirnya pindah ke Ponpes Nurul Qur’an di Kraksaan.

Lulus MI di Nurul Qur’an, Ra Fahmi mengenyam pendidikan di MTs Nurul Jadid. Lalu ke MA Nurul Jadid. Selepas MA, Ra Fahmi nyantri ke KH Baidlowi di Gedangsewu, Kediri. Ia juga sempat nyanti di Ponpes Nurul Abror Arrobbaniyyin, Banyuwangi, yang diasuh KH Fadlurrahman Zaini.

Jenjang perguruan tinggi dijalani Ra Fahmi di tiga kampus berbeda. Mulai dari IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Sekarang jadi UIN); IAIN Sunan Ampel, Surabaya (Sekarang jadi UIN); hingga Universitas Nurul Jadid (Unuja Probolinggo).

Hafiz Quran

Ra Fahmi merupakan hafiz quran 30 juzz. Ia mulai menghafalkan kitab suci ketika nyantri di Ponpes Nurul Qur’an, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Ketika pindah sekolah ke MTs Nurul Jadid, semangat Ra Fahmi untuk menghafal Al-quran tetap terjaga. Hingga akhirnya ia menyandang status seorang hafidz ketika duduk di bangku kelas 3 MTs.

“(Hafal, Red) 30 Juzz itu kelas tiga tsanawiyah. Jadi proses menghafalnya sekitar 9 tahun,” kata Ra Fahmi perihal perjalannya menghafal kitab suci Al-quran.

Kecintaan Ra Fahmi kepada Al-quran di bangku MI, membuatnya sering ditunjuk menjadi delegasi dari madrasah, untuk mengikuti Musabaqah Tilawatul Qur’an (MTQ) hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

Karena kompetensi itu pula, Ra Fahmi diamanahi sebagai Direktur Pedidikan Ilmu Al-quran atau PPIQ Nurul Jadid untuk periode 2020-2025.  

Mengabdi di Pesantren dan NU

Sebagai sosok yang lahir di lingkungan pesantren, Ra Fahmi mengabdikan jiwa dan raganya untuk pesantren seta NU.

Di pesantren, Ra Fahmi menjabat sebagai Direktur PPIQ Nurul Jadid (2020-2025), Kepala Biro Kepesantrenan Nurul Jadid (2013-2018), Ketua Insan Qurani Ponpes Nurul Quran (2020-2025).

Ra Fahmi juga tercatat sebagai Kepala Biro Pengembangan Ponpes Nurul Jadid (2024-2026). Ia juga diamani menjadi Koordinator Divisi I Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren atau Hebitren Jawa Timur untuk periode 2021-2026.

Di NU, Ra Fahmi menjadi Wakil Rais Syuriah MWCNU Paiton periode 2020-2025, serta Bendahara Umum Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) Kraksaan periode 2023-2028.

Ra Fahmi juga menjadi pengurus DPW Petanesia Jawa Timur, sebuah ormas yang didirikan Habib Luthfi bin Yahya, Pakalongan, Jawa Tengah. Ormas didirikan untuk merawat nasionalisme di Indonesia.

Spirit Probolinggo Berbenah

Ra Fahmi kini terjun ke dunia politik. Menjadi ketua parpol dengan kultur NU, hingga bersiap maju di Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024. Dalam konteks ini, ia membawa semangat Probolinggo Berbenah.

"Probolinggo Berbenah bukan hanya sekedar slogan, tapi komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap individu untuk tumbuh dan berkembang," kata Ra Fahmi, di sela-sela peresmian Posko Relawan di Pajarakan, Jumat (21/6/2024) malam.

Kata ‘Berbenah’ merupakan akronim dari Bersih, Berani dan Amanah. Dengan itu, Ra Fahmi bertekad mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang berdaya saing, makmur, dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, berani, dan amanah.

Penjalasannya sebagai berikut:

Bersih dari korupsi dan menciptakan pemerintahan yang adil untuk semua: ini dapat dicapai dengan memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal, menerapkan kebijakan anti-korupsi yang tegas, serta meningkatkan transparansi dalam setiap aspek pemerintahan. Pemerintahan yang bebas dari korupsi akan menciptakan kepercayaan publik dan memastikan bahwa setiap keputusan diambil untuk kepentingan rakyat banyak.

Berani menghadapi tantangan pembangunan dengan kebijakan inovatif dan pro rakyat: Dicapai dengan mengidentifikasi dan mengatasi berbagai masalah pembangunan dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif.

Melalui kebijakan yang berfokus pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat, Ra Fahmi akan mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Amanah dalam mengemban tugas, mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, responsif, dan tepercaya: Ra Fahmi berkomitmen untuk memastikan setiap tindakan dan kebijakan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan mengutamakan transparansi dan akuntabilitas, kami akan membangun pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dipercaya oleh seluruh warga Kabupaten Probolinggo.

“Melalui visi dan misi ini, kami yakin dapat membawa Kabupaten Probolinggo menuju masa depan yang lebih cerah, di mana setiap warganya dapat hidup dengan sejahtera dan bangga akan daerahnya,” jelas Ra Fahmi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES