Politik

Kader PDI Perjuangan Abdul Qodir Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pilbup Malang

Selasa, 25 Juni 2024 - 22:36 | 30.92k
Sosok Abdul Qodir saat bersama Bupati Malang, Sanusi. (Foto: Dok Pribadi Abdul Qodir)
Sosok Abdul Qodir saat bersama Bupati Malang, Sanusi. (Foto: Dok Pribadi Abdul Qodir)

TIMESINDONESIA, MALANGNama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang terpilih 2024-2029, Abdul Qodir muncul ke permukaan dan berpotensi menjadi kuda hitam pada kontestasi Pilbup Malang 2024 mendatang.

Nama Cak Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir muncul karena ketidakpastian rekomendasi PDIP untuk Pilkada Kabupaten Malang hingga saat ini. Seperti diketahui beberapa waktu lalu hanya ada dua nama yang mendaftarkan diri, yaitu Bupati petahana HM Sanusi dan anggota DPRD Jawa Timur, H Gunawan HS.

Direktur LSM Jampud (Jaringan Aliansi Pemuda untuk Demokrasi), Agus Sadullah menanggapi munculnya nama Cak Adeng ini.

"Seorang pemimpin haruslah individu-individu yang berani mendapatkan tantangan, serta menciptakan peluang yang lebih besar untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, dan Cak Adeng memiliki modal itu," kata Sadullah, Selasa (25/6/2024).

Menurut Sadullah, PDI Perjuangan pasti memiliki perhitungan dalam menentukan calon untuk Pilkada. Penilaian dari internal dan eksternal partai pun akan menjadi pertimbangan tersendiri.

"Misal apa jadinya kalau seseorang menjadi pemimpin, namun mindset-nya masih individual contributor, PDI Perjuangan pasti tidak akan mempromosikan seorang individual contributor menjadi supercoach, dan disinilah kenapa Cak Adeng dapat dipertimbangkan menjadi kuda hitam PDI Perjuangan untuk dicalonkan sebagai Bupati Malang, supaya terhindar dari Maradona Syndrom," tegasnya.

Maradona Syndrom menurut Sadullah saat Maradona menjadi supercoach tidak dibarengi dengan perubahan mentalnya ketika masih menjadi pemain.

“Disinilah letak kegagalan Maradona sebagai super coach karena masih menjalankan paradigma super player. Hal inilah yang menurut saya, PDI Perjuangan perlu memikirkan sosok baru yang lebih muda dan segar untuk dipertimbangkan dan dicalonkan sebagai Calon Bupati," ungkap Sadullah.

Sementara itu, Suyanto, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kepanjen menyampaikan jika Cak Adeng memiliki potensi besar untuk memimpin Kabupaten Malang. Sepak terjang Cak Adeng di PDI Perjuangan dinilainya tidak perlu diragukan.

"Sebagai politisi muda PDI Perjuangan dengan modal people skill yang dimiliki, saya optimis ketika diberi kepercayaan oleh PDI Perjuangan, Cak Adeng akan mampu meningkatkan kinerja timnya," ujar Suyanto.

Suyanto menganggap sosok Cak Adeng cukup tepat sebagai gambaran dari ungkapan 'Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia'.

"Apa yang disampaikan Bung Karno, sejalan dengan Stephen R. Covey, seorang penulis asal Amerika Serikat, dia mengatakan jika kita ingin membuat perubahan kecil, kita cukup merubah perilaku kita, akan tetapi jika kita ingin membuat perubahan yang signifikan, maka rubahlah paradigma atau mindset kita. Disinilah mengapa figur Cak Adeng perlu dipertimbangkan," pungkas Suyanto.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES