Politik Pilkada 2024

Rapat Konsolidasi Pilkada 2024, DPD Partai Golkar Bantul Berencana Bentuk Poros Baru

Selasa, 02 Juli 2024 - 12:53 | 16.30k
Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman saat memberikan sambutan pada acara konsolidasi Pilkada Bantul di kantor DPD Partai Golkar Bantul (Foto: Edis/TIMES Indonesia)
Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman saat memberikan sambutan pada acara konsolidasi Pilkada Bantul di kantor DPD Partai Golkar Bantul (Foto: Edis/TIMES Indonesia)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, BANTUL – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bantul berencana membentuk poros baru dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 di Kabupaten Bantul. 

Hal ini diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman usai rapat konsolidasi bersama jajaran pengurus DPD Partai Golkar DIY, DPD Partai Golkar Bantul serta pengurus tingkat Kecamatan se-Kabupaten Bantul, Senin (1/7/2024) di Kantor DPD Partai Golkar Bantul.

Gandung Pardiman mengatakan sejauh ini partai Golkar belum menentukan arah koalisi dengan partai politik untuk mengusung salah satu kandidat Bupati dan Wakil bupati pada Pilkada mendatang.

Bahkan dari rapat konsolidasi itu, ada yang mengusulkan partai Golkar agar membuat poros baru di luar kontestan yang mencuat belakangan ini.

"Sejauh ini Partai Golkar Bantul belum menentukan arah koalisi. Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi, kembali mendukung Abdul Halim Muslih atau mengusung Joko Purnomo. Bahkan muncul wacana mengusung calon sendiri diluar dua nama tersebut," ungkap Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, Selasa (2/7/2024).

Lebih lanjut Gandung Pardiman, mengatakan, pertemuan ini adalah untuk mendengar yang diinginkan oleh masyarakat Bantul. Setelah mendapat masukan masukan dari masyarakat mendekati pertengahan Agustus, Partai Golkar akan menentukan sikap apakah mendukung kandidat yang ada atau membuat poros baru.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul, Paidi mengatakan Partai Golkar tidak bisa mengusung sendiri bakal calon bupati dan wakil bupati sehingga harus koalisi dengan partai lain. Hal ini yang selalu dibahas bersama DPD Golkar DIY.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh DPD Golkar Bantul Abdul Halim Muslih tertinggi. Namun hal itu menurut Paidi belum menjadi jaminan pasti akan diusung oleh Golkar.

"Hasil survei itu pertama itu, incambent paling tinggi. Tetapi belum belum bisa menentukan arah kebijakan politik," ungkap Paidi.

Paidi menambahkan setelah survei kedua dan ketiga itu akan muncul dan sudah waktunya untuk Partai Golkar menentukan koalisi dan menentukan nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung.

"Artinya dengan siapa Golkar atau membangun poros baru atau kembali mendukung incumbent, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi yang namanya politik itu semua serba mungkin, karena yang namanya politik itu kan dinamis," ujarnya.

"Sekali lagi bisa dengan dengan Bupati sekarang ini bisa juga dengan wakilnya dan bahkan bisa membentuk poros baru," pungkas Paidi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES