Politik

Mundur dari PSI, Bacawali Malang Ardantya Syahreza Gabung Golkar

Rabu, 03 Juli 2024 - 11:11 | 13.90k
Bacawali Kota Malang Ardantya Syahreza saat berada di DPD PSI Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Bacawali Kota Malang Ardantya Syahreza saat berada di DPD PSI Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bakal Calon Wali Kota Malang Ardantya Syahreza resmi bergabung dengan partai Golkar. Untuk itu, anggota sekaligus Dewan penasihat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang tersebut memutuskan mengundurkan diri dari partai yang berdiri pada 16 November 2014 itu.

Saat dikonfirmasi, Ardantya membenarkan hal itu. "Ya memang saya sudah mengundurkan diri sebagai anggota maupun dewan penasihat PSI Kota Malang," ucapnya Rabu (3/7/2024). Surat permohonan pengunduran diri telah dilayangkan pada 2 Juli 2024 oleh Ardantya kepada PSI.

Diketahui, Ardantya telah bergabung dua kali ke PSI. Pertama kali yaitu pada bulan April 2018 bersama istri, Sofia Ambarini, yang kala itu maju sebagai calon legislatif DPR RI dari PSI Dapil Malang Raya. Ardantya adalah Sekretaris Jenderal Relawan J2P.id dan pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi Amin.

Setelah non aktif sebagai anggota PSI karena kesibukan usaha dan masa COVID 19, pada bulan Oktober 2023, Ardantya bergabung kembali ke PSI. Terlihat dia aktif mendukung pasangan capres cawapres Prabowo Gibran melalui PSI, TKD Kota Malang dan Relawan Pilar 08 sebagai Ketua Malang Raya.

Ardantya tercatat telah mendaftarkan diri sebagai salah satu bakal calon walikota Malang untuk periode 2024-2029 melalui PSI sebagai salah satu kader kala itu.

Namun dalam ikhtiarnya untuk menjadi calon walikota Malang, Ardantya undur diri dari PSI dan telah bergabung menjadi kader Golkar. Kini dia resmi berada di naungan bendera kuning.

Bukan tanpa alasan, pada Pemilu Februari
2024 lalu,  DPD Golkar Kota Malang berhasil meraup 6 kursi di DPRD Kota Malang.  Golkar juga tercatat sebagai pemenang kedua di Pileg nasional. Hal ini dipercayai memiliki kekuatan tersendiri untuk dapat memimpin suatu poros koalisi dan mengusung seorang sosok Calon Walikota Malang berikutnya.

Sebelum mundur dari PSI, Ardantya juga telah menerima surat tugas dari Partai Demokrat sebagai Calon Walikota Malang dan diminta untuk segera membangun komunikasi politik dengan partai politik lain dalam upaya membangun koalisi untuk mengusung calon walikota dan wakil walikota Malang sebelumnya.

"Kita terus melakukan komunikasi dengan seluruh partai politik yang  di Malang dan seluruh pihak. Harapanya mereka semua mau memberikan dukungan, untuk menghadirkan calon pemimpin yang kredibel, transparan, dan bersih," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES