Politik

Sasar Partisipasi Pemilih, KPU Kabupaten Malang Sosialisasi Segmen Pemilih Tertentu

Rabu, 10 Juli 2024 - 19:58 | 14.01k
Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Marhaendra Pramudya Mahardika, di Kantor KPU Kabupaten Malang. (Foto Amin/TIMES Indonesia)
Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Marhaendra Pramudya Mahardika, di Kantor KPU Kabupaten Malang. (Foto Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sosialisasi dan pendidikan pemilih lebih awal bakal dilakukan pihak KPU Kabupaten Malang, kepada segmen pemilih tertentu. Sosialisasi lebih awal pra-pilkada 2024 ini dilakukan sekaligus sebagai bahan evaluasi sosialisasi pemilu 2024 lalu. 

Anggota KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengungkapkan, sosialisasi ini merupakan fasilitasi kegiatan dari KPU RI, untuk sosialisasi dan pendidikan pemilih pascapemungutan suara Pemilu 2024. Dengan sasaran, pemilih kelompok strategis dan rentan. 

"Fasilitasi kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini diberikan KPU RI hanya kepada 21 wilayah Provinsi. Dan, di Jawa Timur Kabupaten Malang satu-satunya yang ditunjuk melakukannya," terang Mahardika, di Kantor KPU Kabupaten Malang, Rabu (10/7/2024) sore. 

Dikatakan, lokus utama sasara sosialisasi ini adalah daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Sedangkan, di Kabupaten Malang termasuk diantarahya dilihat dari topografi wilayahnya dan sebaran atau basis pemilih. 

Harapan dan output dari kegiatan ini, lanjut Dika, untuk juga evaluasi sosialisasi pemilih setelah khususnya dari pemungutan suara Pemilu 2024 lalu. 

"Sekaligus juga untuk bahan bagi KPU menerima masukan, pendapat dan saran masyarakat, terkait sosialisasi pemilu yang didapatkan pemilih. Sehingga, ini juga akan menjadi mitigasi kegiatan sosialisasi pemilih untuk pilkada 2024 nanti," terang Mahardika. 

Ia lalu mencontohkan untuk segmen pemilih rentan seperti kalangan disabilitas netra, atau kelompok masyarakat adat dengan sebaran pemilih sangat berjauhan. 

"Jadi, kami akan juga mengevaluasi bagaimana semestinya fasilitasi pelayanan pemilih bagi disabilitas netra. Atau penyediaan TPS bagi pemilih masyarakat adat, yang biasanya sangat berjauhan sebaran wilayahnya," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES