Miliki Deposit Ribuan Suara Partai Pengusung, SB-JADI Dinilai Berpeluang Menangkan Pilkada Morotai 2024
Pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Syamsudin Banjo dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Judi R.E Dadana (SB-JADI) diusung oleh partai besar yang memiliki kursi ter ...

PULAU MOROTAI – Pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Syamsudin Banjo dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Judi R.E Dadana (SB-JADI) diusung oleh partai besar yang memiliki kursi terbanyak di DPRD serta punya deposit ribuan suara partai koalisi. Pasangan SB-JADI dinilai lebih mudah dan sangat berpeluang untuk memenangkan pertarungan dalam satu putaran pada Pemilihan Kepala Daerah Morotai 2024 (Pilkada Morotai 2024).
Namun peluang itu harus ditunjang oleh beberapa faktor pendukung demi mengamankan deposit suara yang ada, karena tidak seluruhnya suara partai yang sebelumnya memilih anggota DPRD terpilih pada pemilihan legislatif sebelumnya akan memilih SB-JADI pada hari pencoblosan nanti. Hal tersebut disampaikan pengamat politik Maluku Utara, Risno, kepada TIMES Indonesia, Jumat (30/8/2024).
"Kalau melihat dari sudut pandang kekuatan mesin partai maka, pasangan Syamsudin Banjo-Judi R.E Dadana (SB-JADI) lebih besar peluangnya untuk memenangkan pilkada Morotai 2024, bila dibandingkan dengan dua kompetitornya, yakni pasangan DG-Qubais dan Rusli-Rio. Karena partai pengusung SB-JADI memiliki deposit suara partai saat Pileg yang cukup signifikan sebagai modal menghadapi Pilkada saat ini," ungkapnya.
Tetapi, kata Risno, hanya bermodalkan suara partai juga tidak cukup signifikan untuk memenangkan sebuah pertarungan politik, bila mesin partai ini tidak ditunjang dengan "pelumas dan bahan bakar" yang cukup mumpuni. Sebuah kendaraan mesin partai dapat bekerja maksimal apabila pelumas dan bahan bakar menunjang, sehingga mereka dapat bergerak dengan cepat, tepat dan mudah mengamankan konstituennya.
Selain itu, dikatakan Magister lulusan IPB Bogor ini, SB-JADI harus memiliki tim yang solid hingga ke tingkat desa dan strategi yang jitu, juga menjadi penentu dalam memenangkan kompetisi lima tahunan ini. Demikian juga sebaliknya, sekuat apapun kekuatan masa pasangan calon, tetapi tidak ditunjang dengan amunisi yang mumpuni akan kalah juga, karena mesin partai dan tim tidak dapat bekerja dengan maksimal.
"Fenomena politik ini sudah menjadi rahasia umum dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Baik itu pada pemilihan presiden, gubernur, wali kota, bupati maupun legislatif. Maka, kandidat apapun itu tidak cukup garansinya bila hanya punya mesin partai yang kuat, atau hanya basis masa fanatik yang kuat, atau hanya punya amunisi yang kuat. Harus ketiga faktor itu saling menunjang baru dapat memenangkan pertarungan," paparnya.
Menurut Risno, untuk saat ini memang belum dapat disimpulkan siapa yang kuat. Massa yang hadir dalam dekkarasi tiga pasangan calon bupati belum bisa dijadikan barometer untuk mengukur kemenangan. Karena berbicara soal politik, selain memiliki basis massa yang kuat, harus juga punya stamina yang prima. Jangan sampai diawal jorjoran, tetapi di akhir tak berdaya karena kehabisan stamina.
"Biasanya masing masing kandidat punya bekal yang saya istilahkan 'rantang'. Nah, rantang itu isi lauknya ada ikan tuna, ada ikan teri, ada pula hanya telur. Sudah pasti bekal ini punya nutrisi yang memberi kekuatan berbeda beda. Ini soal stamina, kandidat saat ini bukan lagi longmarch tetapi lari maraton. Kalau stamina bagus kemudian ditunjang dengan strategi dan skema yang bagus, bisa finish sebagai pemenang. Tapi kalau stamina bagus tetapi pengaturannya tidak bagus, itu juga bisa kalah. Karena tidak selamanya orang punya modal selalu menang jika salah perhitungan," ungkap mantan politisi ini.
"Jadi semua faktor harus berjalan seirama. Kalau stamina bagus dan strateginya bagus maka hasilnya juga bagus. Kalau stamina bagus tapi strategi dan modal tidak bagus, ya sudah kita tutup mata saja.Tetapi, kalau kita menarik kesimpulan sementara ini, belum terlihat. Artinya kita lihat secara fakta misalkan massa yang hadir di deklarasi itu belum bisa kita jadikan sebagai indikator. Tapi, minimal dari kesediaan mereka untuk hadir itu menunjukkan bahwa mungkin karena ada ketertarikan, penasaran, rindu, ataukah karena dibayar kita belum tahu," pungkas Risno.
Di ketahui, sesuai data yang dihimpun TIMES Indonesia dari salah satu anggota DPRD Morotai yang juga politisi PDIP, Hean Rakomole, menyebutkan modal suara partai koalisi yang mengusung pasangan calon bupati SB-JADI sebesar 19.752 yang diraih pada Pileg 2024. Suara itu terdiri dari suara partai PDIP 5.708 (tiga kursi DPRD), PKS 5.575 (tiga kursi DPRD), Gerindra 4.674 (tiga kursi DPRD) dan PKB 3.795 (dua kursi DPRD).
"Kami tim SB-JADI sudah punya modal. Bila kekuatan partai koalisi ini dimaksimalkan secara baik dan konsisten maka, pasangan SB-JADI akan lebih berpeluang memenangkan Pilkada Morotai 2024. Kita tinggal mengawal dan mengamankan suara partai, kemudian ditunjang dengan kerja relawan, maka kemenangan itu lebih mudah diraih," harap Hean Rakomole. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


