Advertisement
Politik

Dugaan Suap Rp20 Juta untuk Mahasiswa Usai Bertemu Gibran, PDIP hingga Istana Buka Suara

Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mengungkap dugaan suap yang mengalir kepada tujuh orang, termasuk pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

TIMES Indonesia,
Dugaan Suap Rp20 Juta untuk Mahasiswa Usai Bertemu Gibran, PDIP hingga Istana Buka Suara
Momen pengurus BEM UBK dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah aksi unjuk rasa. (FOTO: Antara)
A-AA+

JAKARTA Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mengungkap dugaan suap senilai Rp20 juta yang mengalir kepada tujuh orang, termasuk pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pasca-aksi demonstrasi pada Senin (15/6/2026).

Dugaan itu mencuat dalam forum mahasiswa yang digelar di lingkungan kampus pada Senin (22/6/2026) malam. Forum ini diadakan sebagai tindak lanjut atas polemik pertemuan sejumlah pengurus BEM UBK dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah aksi unjuk rasa.

Advertisement

Dugaan pembagian dana itu terungkap setelah Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, memberikan pengakuan dan penjelasan di hadapan para mahasiswa. 

Berdasarkan informasi dalam forum itu, total dana yang dibagikan mencapai Rp20 juta.

Abdi disebut menerima bagian sebesar Rp6 juta, sementara sisanya dibagikan kepada enam orang lainnya pada mahasiswa dari berbagai elemen.

Minta Gibran Klarifikasi

Merespons kabar tersebut, Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus meminta Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan pemberian uang atau suap kepada mahasiswa UBK yang menemuinya di Istana Negara.

Advertisement

Menurut Deddy, Gibran perlu meluruskan duduk perkara di balik pertemuan tersebut demi transparansi publik.

"Dia (Gibran) harus mengklarifikasi bahwa tidak benar dia membayar mahasiswa. Walaupun itu mungkin sulit diterima akal publik ya—enggak mungkin dia enggak tahu gitu ya—tapi kan dia perlu bersuara," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Respons Istana

Di sisi lain, pihak Istana mengaku belum mengetahui secara mendalam mengenai isu yang beredar. 

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, menyatakan, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu.

"Saya akan cek dulu beritanya, benarnya seperti apa," kata Bambang singkat kepada awak media. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia