DPRD Banyuwangi Wanti-Wanti Jalur Pelabuhan Ketapang Bisa Macet Total Tiap Hari
DPRD Banyuwangi menilai persoalan kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si, menilai persoalan kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang tidak lagi bisa dipandang sebagai insiden musiman, melainkan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
Pria yang akrab disapa Gus Dewan, mengungkapkan kekhawatirannya terkait masa depan konektivitas logistik dan wisata ini. Dia mengingatkan bahwa kondisi saat ini sudah sangat krusial, padahal Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) belum sepenuhnya tersambung.
"Perlu kita cermati, ketika Tol Probowangi belum tersambung saja sampai Banyuwangi, kondisi sudah krodit seperti ini. Ini kan proyek strategis nasional yang besar," ujarnya, Jumat, (26/6/2026).
Gus Dewan menekankan pentingnya kajian bersama yang mendalam untuk mengantisipasi rampungnya Tol Probowangi. Pemerintah pusat, daerah, serta pihak ASDP Cabang Ketapang harus mengukur ulang kapasitas tampung infrastruktur saat ini.
"Apakah kapasitas ASDP Pelabuhan Ketapang ataupun Tanjungwangi mampu menampung seluruh kendaraan ataupun aliran logistik penumpang dari arah barat yang menuju ke Bali ataupun Nusa Tenggara?," ungkapnya.
Butuh Grand Design dan Kantong Parkir Baru
Gus Dewan menjelaskan bahwa penyusunan grand design yang matang dan detail engineering design (DED) sangat mendesak. Masalahnya, pintu keluar tol diprediksi akan berada di sekitar kawasan pabrik PT INKA, yang dipastikan memicu penumpukan kendaraan baru.
"Tentu ini membutuhkan kantong-kantong parkir agar kendaraan bisa masuk ke aliran ASDP dan Tanjungwangi berjalan lancar," jelas Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok.
Namun, kendala geografis Banyuwangi menjadi tantangan tersendiri. Di sisi barat jalur utama merupakan kawasan pegunungan, sehingga ruang untuk perluasan sangat terbatas. Maka dari itu, kesiapan ASDP sebagai tulang punggung transportasi laut wajib dikaji ulang.
Bukan Lagi Sekadar Masalah High Season
Gus Dewan mematahkan argumen bahwa kemacetan hanya terjadi saat musim liburan (high season). Berdasarkan catatannya, sepanjang tahun ini saja sudah terjadi minimal 5 kali antrean berkepanjangan di jalur Ketapang.
"Kalau tahun depan tidak ada solusi yang sistematis, bahkan ini bisa macet setiap hari begini," tegasnya.
Solusi Jangka Pendek
Sebagai langkah darurat, Komisi IV DPRD Banyuwangi memberikan apresiasi kepada ASDP Cabang Ketapang yang sempat mengaktifkan jalur alternatif melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo guna mengurai kepadatan.
Meski demikian, agar solusi sementara ini efektif, Zaki mengusulkan adanya skema insentif khusus bagi armada logistik.
"Bus atau kendaraan angkutan logistik yang mau masuk Pelabuhan Jangkar atau Tanjung Tembaga Probolinggo harus diberikan insentif agar tidak ada penambahan biaya. Nah, ini kita usulkan untuk solusi sementara jangka pendek," kata Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si (D)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


