Nasib Nadiem Makarim, Anak Bangsa yang Angkat Ekonomi Indonesia Justru Dipenjara 10 Tahun
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Selain hukuman pidana tahun penjara, ia juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dalam program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek tahun anggaran 2020–2022.
Profil dan Kontribusi
Nama Nadiem Makarim sejatinya telah terpatri dalam sejarah modern Indonesia sebagai salah satu arsitek utama transformasi ekonomi digital nasional.
Sebelum memasuki ranah birokrasi pemerintahan di era Presiden Jokowi, pria kelahiran 4 April 1984 ini adalah sosok visioner yang berhasil mendobrak batasan industri tradisional dan mengubahnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui raksasa teknologi yakni Gojek.
Lahir di Singapura dan mengenyam pendidikan di dua universitas elit dunia—Brown University dan Harvard Business School—Nadiem memilih pulang ke tanah air dengan membawa sebuah misi besar: menyelesaikan masalah nyata di masyarakat menggunakan sentuhan teknologi.
Kisah Revolusi Gojek
Pada tahun 2010, Nadiem melihat adanya inefisiensi besar dalam sistem transportasi Jakarta. Para pengemudi ojek pangkalan menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya untuk menunggu penumpang, sementara komuter Jakarta terus didera stres akibat kemacetan dan kesulitan mencari transportasi yang andal.
Dari keresahan tersebut, Nadiem lalu mendirikan Gojek. Di awal berdiri, operasionalnya masih sangat sederhana, mengandalkan pusat panggilan tradisional dengan modal awal hanya 20 orang pengemudi ojek.
Titik balik sejarah digital Indonesia tercipta pada Januari 2015, saat Gojek meluncurkan aplikasi seluler. Langkah berani ini langsung memicu efek bola salju.
Hanya dalam hitungan tahun, Gojek berevolusi dari sekadar aplikasi transportasi menjadi sebuah Super App yang menyediakan layanan pengiriman makanan, logistik, hingga pembayaran digital, sekaligus menjadi perusahaan rintisan Indonesia pertama yang meraih gelar Decacorn atau valuasi di atas US$10 miliar.
Jantung Ekonomi Rakyat
Keberhasilan terbesar Nadiem melalui Gojek bukan sekadar mencetak angka valuasi bisnis yang fantastis, melainkan keberhasilannya dalam melakukan demokratisasi ekonomi.
Gojek di bawah kepemimpinan Nadiem berhasil membawa jutaan masyarakat kelas pekerja ke dalam ekosistem keuangan formal.
Misalnya, ratusan ribu hingga jutaan pengemudi ojek yang awalnya tidak memiliki kepastian pendapatan kini memiliki penghasilan yang lebih stabil, perlindungan asuransi, serta akses ke layanan perbankan yang sebelumnya sulit mereka jangkau.
Selain itu, melalui ekosistem GoFood dan GoBiz, Gojek menjadi penyelamat sekaligus akselerator bagi jutaan pelaku kuliner skala rumahan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Warung-warung kecil di sudut gang kini memiliki panggung perdagangan yang setara dengan restoran waralaba besar.
Kontribusinya bukan klaim semata, berbagai riset dari lembaga independen, seperti Lembaga Demografi FEB UI, secara konsisten mencatat bahwa ekosistem Gojek menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahunnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melalui surplus pendapatan yang diterima para mitra pengemudi dan pelaku UMKM.
Melalui visi kepemimpinannya di Gojek, Nadiem Makarim telah membuktikan bahwa inovasi digital orisinal anak bangsa mampu menjadi solusi konkret dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.
Rekam jejak gemilang ini pulalah yang kemudian mengantarkan dirinya dipercaya memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek pada periode 2019–2024 atau di era Presiden Jokowi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


