Jakarta Menguat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU
Dukungan agar Jakarta menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama 2026 menguat. PBNU dijadwalkan mengumumkan lokasi resmi pada 7 Juli 2026.
JAKARTA – Sebaguan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai provinsi menyatakan dukungan agar Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat daring para Ketua PWNU pada Kamis (2/7/2026).
Mayoritas PWNU menilai Jakarta merupakan pilihan paling siap untuk menjadi lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut, terutama karena didukung infrastruktur, akses transportasi, serta waktu persiapan yang tersisa kurang dari satu bulan.
Ketua PWNU Sumatera Barat, Ganefri, mengatakan salah satu pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta diusulkan menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar. Menurutnya, faktor kesiapan menjadi pertimbangan utama.
"Muktamar adalah forum besar NU. Tempatnya harus siap, mudah dijangkau, dan memungkinkan percepatan koordinasi. Dengan waktu persiapan yang singkat, Jakarta menjadi pilihan paling realistis," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Pandangan serupa disampaikan Ketua PWNU Lampung, Puji Raharjo. Ia menilai Jakarta memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, fasilitas pendukung, serta kemudahan akses transportasi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
"Selain kesiapan teknis, Jakarta sangat mudah diakses dan ideal untuk mempercepat koordinasi penyelenggaraan," katanya.
Kemudahan akses juga menjadi perhatian Ketua PWNU Papua Pegunungan, Abdul Kohar. Menurutnya, peserta dari kawasan timur Indonesia akan lebih terbantu apabila muktamar diselenggarakan di Jakarta.
Ia berkaca pada pengalamannya menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jawa Timur, yang menurutnya membutuhkan perjalanan panjang sehingga menguras energi peserta dari Papua.
"Dari awal saya menyuarakan Jakarta sebagai tuan rumah. Kalau di Kediri, perjalanan sangat melelahkan. Kami harus berangkat sejak pagi dan menempuh perjalanan panjang. Jakarta memiliki akses transportasi yang jauh lebih baik sehingga peserta bisa datang dalam kondisi lebih siap," ujarnya.
Meski mendukung Jakarta, Puji Raharjo menegaskan seluruh keputusan mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU sepenuhnya berada di tangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menilai aspirasi dari daerah lain yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah tetap harus dihormati sebagai bagian dari dinamika organisasi.
"Kami serahkan sepenuhnya keputusan kepada PBNU," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU, H. Amin Said Husni, sebelumnya menyampaikan bahwa penetapan lokasi Muktamar Ke-35 NU akan diumumkan setelah tim survei menyelesaikan peninjauan terhadap seluruh calon lokasi. Hasil survei dijadwalkan rampung paling lambat 7 Juli 2026.
Selain Jakarta, sejumlah daerah lain juga mengajukan diri sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Hingga kini, PBNU belum menetapkan lokasi penyelenggaraan secara resmi.
Dukungan dari beberapa PWNU tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan, meski penetapan akhir tetap menjadi kewenangan PBNU. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


