Lestari Moerdijat Dorong Sosialisasi Masif SIBI untuk Perkuat Literasi Masyarakat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta sosialisasi masif Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) agar akses buku digital dimanfaatkan secara optimal dan mampu meningkatkan literasi masyarakat, terutama di wilayah 3T.
Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah melakukan sosialisasi secara masif terhadap Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) agar keberadaan platform tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menurutnya, ketersediaan akses buku digital harus diiringi dengan edukasi yang luas sehingga mampu mendorong peningkatan budaya membaca dan literasi nasional.
"Pemanfaatan secara maksimal sumber daya literasi yang ada harus segera direalisasikan dan mampu ikut mendorong minat baca masyarakat," ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang meresmikan integrasi Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan Senayan Library Management System (SLiMS) pada Rabu (1/7). Integrasi ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap buku-buku digital bermutu tanpa dibatasi jarak maupun ketersediaan perpustakaan fisik.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa integrasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses koleksi buku digital secara lebih mudah dan merata dari berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data Kemendikdasmen hingga 30 Juni 2026, laman SIBI telah dikunjungi lebih dari 8,8 juta pengguna. Sementara itu, buku digital yang tersedia telah dibaca lebih dari 13,7 juta kali dan diunduh lebih dari 2,6 juta kali.
Saat ini, platform tersebut menyediakan 1.842 judul buku, mulai dari buku cerita bergambar untuk anak-anak hingga buku pelajaran jenjang SD, SMP, dan SMA.
Lestari, yang akrab disapa Rerie, menilai capaian tersebut perlu diikuti dengan sosialisasi yang lebih luas agar masyarakat mengetahui keberadaan sekaligus cara memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI itu, upaya sosialisasi harus menjangkau seluruh daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas.
Ia juga menilai pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengakses platform SIBI sehingga koleksi buku digital yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
Selain memperluas sosialisasi, Rerie mendorong pengembangan perpustakaan digital agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku elektronik, tetapi juga berkembang sebagai pusat literasi, pembelajaran, dan inovasi yang menarik bagi berbagai kelompok usia.
Menurutnya, keberhasilan transformasi literasi digital juga bergantung pada pemerataan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan akses internet yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.
Rerie berharap integrasi SIBI dengan SLiMS menjadi salah satu terobosan penting dalam memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas literasi masyarakat Indonesia.
"Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, sangat krusial untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing di masa depan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


