Advertisement
Politik

Siapkan Program Khusus, Wali Kota Malang Nyatakan Perang terhadap LGBT

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengantisipasi berkembangnya praktik LGBT di Kota Malang.

TIMES Indonesia,
Siapkan Program Khusus, Wali Kota Malang Nyatakan Perang terhadap LGBT
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat ditemui awak media. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengantisipasi berkembangnya praktik LGBT di Kota Malang. Langkah tersebut dilakukan sebagai implementasi Perpres Nomor 111 Tahun 2025 yang menetapkan LGBT sebagai salah satu ancaman nonmiliter.

Menurutnya, sebagai kota pendidikan sekaligus kota pariwisata, Malang memiliki mobilitas penduduk yang tinggi sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini.

Advertisement

“Terkait itu memang saya minta ada sosialisasi karena Kota Malang adalah kota pendidikan dan kota pariwisata. Tentu hal-hal seperti itu juga bisa terjadi di Kota Malang,” ujar Wahyu, Senin (6/7/2026).

Ia mengungkapkan, Pemkot akan menggencarkan sosialisasi kepada OPD agar memiliki pemahaman yang sama mengenai dampak yang ditimbulkan, terutama dari sisi kesehatan dan aspek sosial.

“Nanti kami memberikan gambaran bahwa ini ada dampaknya, termasuk terkait kesehatan dan lain sebagainya. Harapannya mereka mengerti,” ungkapnya.

Selain menyasar aparatur pemerintah, edukasi juga akan diberikan kepada masyarakat luas, khususnya para pendatang yang menetap maupun beraktivitas di Kota Malang.

“Kami secara dini sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama kaum-kaum pendatang di Kota Malang. Kami berharap tidak terjadi terkait LGBT di Kota Malang,” jelasnya.

Advertisement

Saat ditanya apakah LGBT perlu diperangi, Wahyu menjawab tegas bahwa upaya tersebut memang harus dilakukan.

“Ya, perlu kita perangi,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pemerintah tidak hanya berhenti pada sosialisasi. Pemkot Malang telah menyiapkan program khusus melalui Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak yang dikaitkan dengan LGBT.

“Tidak hanya sosialisasi. Ada program khusus, baik dari Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan, untuk memberikan gambaran mengenai dampaknya,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia