Advertisement
Politik

PBNU Matangkan Persiapan Muktamar Ke-35 NU, Lokasi Segera Diputuskan

PBNU mematangkan persiapan Muktamar Ke-35 NU dengan memfinalisasi materi organisasi, roadmap 25 tahun, serta menetapkan lokasi pelaksanaan yang akan diputuskan dalam rapat 7 Juli 2026.

TIMES Indonesia,
PBNU Matangkan Persiapan Muktamar Ke-35 NU, Lokasi Segera Diputuskan
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Husni Said.
A-AA+

JAKARTA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan persiapan menuju Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Sejumlah agenda strategis kini memasuki tahap final, mulai dari penyempurnaan materi organisasi dan keagamaan, survei lokasi pelaksanaan, hingga penguatan dukungan dari berbagai pengurus wilayah.

Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Husni Said, mengatakan rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah yang digelar pada 7 Juli 2026 akan menjadi forum penting untuk memutuskan lokasi penyelenggaraan muktamar sekaligus memfinalisasi sejumlah dokumen strategis organisasi.

Advertisement

Menurutnya, pembahasan tidak hanya mencakup perubahan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), tetapi juga penyusunan roadmap Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun ke depan.

"Ada materi keorganisasian antara lain mengenai usulan dan rekomendasi perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang segera difinalisasi. Kemudian juga ada rekomendasi mengenai materi program, terutama menyangkut roadmap NU 25 tahun ke depan," ujar Amin Husni Said, Senin (6/7/2026).

Selain itu, PBNU juga tengah menyempurnakan materi keagamaan yang akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam muktamar.

"Ada materi mengenai masa'il diniyyah, baik waqi'iyah, maudhu'iyah, maupun qanuniyah. Seluruhnya akan difinalisasi dan ditetapkan sebagai materi muktamar," jelas mantan Bupati Bondowoso dua periode tersebut.

Lima Provinsi Disurvei

Sebagai bagian dari persiapan, Tim Survei Lokasi PBNU telah mengunjungi lima provinsi yang menjadi kandidat tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Advertisement

Survei juga dilakukan di sejumlah pondok pesantren yang diproyeksikan menjadi lokasi kegiatan. Berdasarkan hasil peninjauan, seluruh pesantren yang dikunjungi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah, namun tetap menyerahkan keputusan akhir kepada PBNU.

PWNU Jawa Timur Dukung Jakarta

Di tengah proses penentuan lokasi, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan dukungannya agar Muktamar Ke-35 NU digelar di DKI Jakarta.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menilai Jakarta memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas maupun kesiapan infrastruktur untuk menyelenggarakan forum nasional tersebut.

"Saya, Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, dengan ini menyatakan mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Dukungan tersebut disambut positif oleh Wakil Rais PWNU DKI Jakarta, KH Ahmad Zahari. Ia menilai Pondok Pesantren Al-Hamid di Jakarta Timur memiliki pengalaman dan fasilitas yang memadai karena pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) NU.

"Sebagai kader NU, kami merasa bangga dan siap mengemban amanah tersebut," katanya.

Maklumat Dukung Sukses Muktamar

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Anwar Mansur, menerbitkan maklumat yang menginstruksikan seluruh jajaran PWNU Jawa Timur untuk mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.

Maklumat yang dibacakan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Jawahir, juga menegaskan agar seluruh warga NU mematuhi keputusan resmi PBNU terkait waktu dan lokasi pelaksanaan muktamar.

"Saya perintahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur untuk mendukung suksesnya Muktamar Nahdlatul Ulama pada bulan Agustus 2026," demikian isi maklumat tersebut.

Selain itu, KH Anwar Mansur juga menegaskan agar seluruh pengurus mengikuti keputusan Rais Aam PBNU mengenai penetapan tanggal dan lokasi penyelenggaraan muktamar.

PBNU berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan para pengurus wilayah dan pesantren dapat menjadi modal penting dalam menyukseskan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.

Melalui sinergi antara PBNU, pengurus wilayah, pondok pesantren, dan seluruh elemen warga Nahdliyin, muktamar mendatang diharapkan mampu menghasilkan berbagai keputusan strategis yang memperkuat peran NU sebagai organisasi Islam yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada pemberdayaan umat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imam Kusnin Ahmad
PenulisImam Kusnin AhmadPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2000. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia