Alumni Darul Ulum Dorong Gus Irfan Maju sebagai Ketua Umum PBNU
Alumni Pesantren Darul Ulum Jombanh menilai Gus Irfan memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.
JOMBANG – Dukungan terhadap Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, untuk maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 terus menguat. Kali ini, aspirasi datang dari alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan yang kini aktif sebagai pengurus Nahdlatul Ulama di berbagai daerah di Indonesia.
Aspirasi tersebut disampaikan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, KH Zainul Ibad Wijaya As'ad atau Gus Ulib, dalam pertemuan di kediamannya di lingkungan pesantren, Senin (6/7/2026) malam.
Gus Ulib menjelaskan, para tamu yang hadir merupakan alumni Darul Ulum yang saat ini menjadi pengurus NU di tingkat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) maupun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari berbagai provinsi.
"Saya didatangi di dalem (kediaman) saya oleh alumni Darul Ulum yang menjadi pengurus NU di PW maupun PC se-Indonesia yang notabene memiliki suara. Ada tiga pengurus PW dan 84 pengurus PC se-Indonesia yang merupakan alumni Darul Ulum," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para alumni menitipkan pesan agar Gus Ulib menyampaikan langsung harapan mereka kepada Gus Irfan. Mereka menilai Gus Irfan memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.
"Mereka berpesan kepada saya agar menyampaikan harapan kepada Gus Irfan supaya berkenan dan bersedia maju menjadi Ketua PBNU. Itu merupakan harapan besar dari mereka," tutur Gus Ulib.
Menanggapi amanah tersebut, Gus Ulib menyatakan siap menjadi penyambung aspirasi para alumni dan warga Nahdliyin. Ia meyakini Gus Irfan akan memberikan respons positif apabila mendapat amanah dari organisasi.
"Insyaallah segera saya sampaikan. Dan insyaallah beliau pasti siap apabila memang itu menjadi harapan dan keinginan jam'iyah. Saya tahu betul integritas beliau terhadap NU tidak perlu diragukan lagi," katanya.
Menurut Gus Ulib, apabila dipercaya memimpin PBNU, Gus Irfan diyakini akan menjalankan amanah dengan penuh totalitas dan keikhlasan.
"Beliau pasti siap berkhidmat di NU dengan segala konsekuensinya, bahkan jika harus meninggalkan berbagai jabatan atau kepentingan yang dimiliki saat ini," tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan yang disampaikan para alumni Darul Ulum dilandasi harapan agar NU semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan organisasi pada masa mendatang.
Meski demikian, Gus Ulib mengakui masih terdapat sejumlah aspek administratif yang perlu disesuaikan, terutama berkaitan dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU.
"Yang menjadi persoalan adalah aturan AD/ART yang perlu disesuaikan. Mudah-mudahan harapan dari akar rumput, dari para nahdliyin yang menginginkan NU menjadi lebih baik, dapat terwujud dengan kesediaan Gus Irfan untuk berkhidmat memimpin PBNU," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


