Advertisement
Politik

Surplus Beras Melimpah, DPRD Banyuwangi Minta Pemerintah Daerah Pertahankan Lahan Produktif

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi memberikan apresiasi tinggi atas capaian gemilang sektor pertanian di Bumi Blambangan.

TIMES Indonesia,
Surplus Beras Melimpah, DPRD Banyuwangi Minta Pemerintah Daerah Pertahankan Lahan Produktif
Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Suwito. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

BANYUWANGI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi memberikan apresiasi tinggi atas capaian gemilang sektor pertanian di Bumi Blambangan. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dinilai sukses memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi dari Fraksi Gerindra, Suwito, mengaku sangat bangga dengan kontribusi nyata yang ditunjukkan oleh daerahnya. 

Advertisement

"Saya sebagai Wakil Rakyat juga berbangga hati bahwa Banyuwangi juga ikut andil dalam ketahanan pangan nasional," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, Banyuwangi memiliki modal yang sangat kuat untuk terus bertransformasi menjadi lumbung pangan nasional. Terlebih lagi, wilayah ini menyandang status sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur dengan kekayaan alam yang melimpah.

Selain itu, kekayaan sektor agraria di Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada satu sektor semata. Wilayah ini diberkahi dengan keberagaman bentang alam yang mendukung berbagai komoditas pangan potensial.

Namun, Suwito juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk waspada terhadap ancaman alih fungsi lahan. Perlindungan terhadap kawasan pertanian produktif harus menjadi prioritas utama demi masa depan pangan daerah.

"Harapan kami kepada pemerintah kabupaten Banyuwangi, jangan sampai lahan-lahan hijau (produktif) ditutup untuk perumahan, atau alih fungsi lahan lainnya," tegasnya.

Advertisement

Politisi partai bentukan Prabowo Subianto ini menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi penataan ruang secara konsisten. Kebijakan ini krusial agar tidak ada celah bagi pengembang yang mengorbankan lahan pertanian subur.

"Ini juga harus dipikirkan secara RTRW-nya ya, secara aturannya. Kalau ini tidak diterapkan dalam aturan, ini akan mengurangi lahan pertanian," katanya. 

Suwito mengkhawatirkan, menyusutnya lahan hijau secara masif akan langsung berdampak buruk pada produktivitas pangan lokal. Jika pembiaran terus terjadi, kapasitas produksi pertanian dipastikan bakal merosot drastis.

Meskipun tantangan tersebut nyata, Suwito tetap menaruh harapan besar agar Banyuwangi mampu menjaga konsistensi performa sektor pertaniannya. Dia berharap komoditas-komoditas unggulan daerah tetap menjadi primadona pertahanan pangan nasional.

"Dengan adanya situasi yang ada sekarang, Banyuwangi saya doakan tetap memberikan yang terbaik untuk kemampuan ketahanan pangan, seperti beras dan jagung,” imbuhnya. 

Langkah mitigasi lahan yang disuarakan dewan ini memang sangat beralasan jika melihat rapor hijau kinerja sektor pangan Banyuwangi belakangan ini. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi mencatat, produksi beras Banyuwangi selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 255.257 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya 81.252 ton. Selisih antara produksi dan konsumsi tersebut menghasilkan surplus sekitar 174 ribu ton beras.

Tren apik ini melanjutkan capaian tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini memproduksi 546.923,81 ton beras, dengan konsumsi masyarakat sebesar 163.665,78 ton, sehingga mencatat surplus mencapai 383.258,03 ton.

Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan bahwa keberhasilan mempertahankan surplus beras merupakan hasil dari sejumlah strategi yang dijalankan secara konsisten di lapangan. Salah satunya melalui optimalisasi luas tanam.

“Luas baku sawah di Banyuwangi tercatat 62.940 hektare. Namun melalui optimalisasi, luas tanam berhasil ditingkatkan hingga mencapai 121.319 hektar pada tahun 2025,” kata Danang. (*)

Pewarta : Fazar Dimas

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia