Siti Fauziah Dorong UMKM Naik Kelas, Pasar Jadoel Reborn Pabelan Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Plt Sekjen MPR RI Siti Fauziah mendorong UMKM meningkatkan daya saing melalui inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi saat pembinaan menuju peluncuran Pasar Jadoel Reborn Pabelan.
Karanganyar – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Penguatan kapasitas UMKM dinilai menjadi kunci dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Siti Fauziah saat menghadiri kegiatan Pembinaan, Ramah Tamah, dan Kurasi Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM Menuju Launching Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan Tahun 2026 di Desa Pabelan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas produk harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu naik kelas di tengah persaingan global.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang harus terus didorong agar mampu naik kelas. Produk-produk UMKM harus memiliki kualitas yang baik, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, branding yang kuat, serta mampu memanfaatkan pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujar Siti Fauziah.
Ia menilai Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan memiliki konsep yang menarik karena mengintegrasikan potensi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan. Model tersebut dinilai dapat menjadi contoh pembangunan ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
"Saya melihat Pasar Jadoel Reborn memiliki konsep yang sangat baik karena memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga sehingga mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal," katanya.
Siti Fauziah juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempersiapkan peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan, Yonatan Liliek Prihartanto, S.E., S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pembinaan dan kurasi produk ekonomi kreatif tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, waktu, doa, maupun bantuan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan," ujarnya.
Menurut Yonatan, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan buah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Ia berharap pembinaan dan kurasi produk menjadi langkah awal memperkuat keberadaan Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan sebagai destinasi wisata budaya, pusat ekonomi kreatif, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Pemerintah Kecamatan Matesih, Pemerintah Desa Pabelan, Kapolsek dan Danramil Matesih, Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Karanganyar, Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Karanganyar, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta tokoh masyarakat.
Melalui pembinaan dan kurasi produk tersebut diharapkan terbentuk ekosistem ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi tersebut, Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan diharapkan berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Karanganyar yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


