HNW Dorong Remaja Masjid Kampanyekan Jakarta sebagai Kota Halal Global
Hidayat Nur Wahid mengajak BKPRMI DKI Jakarta mengampanyekan Jakarta sebagai Kota Halal Global, sekaligus memperkuat peran masjid dalam membina generasi muda dan memberantas buta huruf Al-Qur'an.
JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta mengambil peran strategis dalam menyongsong lima abad Jakarta dengan mengampanyekan konsep "Jakarta Kota Halal Global."
Menurut HNW, penguatan identitas tersebut sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berkebudayaan sekaligus memiliki akar sejarah dan budaya Islam yang kuat.
Ajakan itu disampaikan HNW saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII BKPRMI DKI Jakarta, Sabtu (11/7). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP BKPRMI Nanang Mubarok, Ketua DPW BKPRMI DKI Jakarta Nanang Jahidin, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satriyo, serta diisi dengan sosialisasi sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
"Jakarta hari ini mengusung visi sebagai Kota Global yang Berkebudayaan. Menurut saya akan positif bila diperkuat dengan mengampanyekan Jakarta sebagai Kota Halal Global," kata HNW.
Ia menilai, Jakarta memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keislaman. Bahkan, menurutnya, nama Jayakarta memiliki keterkaitan dengan makna kemenangan sebagaimana termaktub dalam ayat Al-Qur'an.
Semangat tersebut, lanjut HNW, seharusnya menjadi pijakan dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada identitas budaya dan nilai-nilai halal.
Selain mengampanyekan Jakarta sebagai Kota Halal Global, HNW juga meminta BKPRMI memaksimalkan potensi pembinaan generasi muda melalui masjid. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki modal besar dengan 3.798 masjid, 4.057 musala, 4.955 majelis taklim, serta sekitar empat juta penduduk berusia 15 hingga 39 tahun.
Ia kemudian menitipkan tiga agenda utama kepada kepengurusan BKPRMI periode mendatang.
Pertama, mendorong terwujudnya Jakarta sebagai Kota Halal Global. Kedua, mengajak lebih banyak anak-anak, remaja, dan generasi muda untuk aktif di masjid sebagai upaya menghadapi berbagai persoalan sosial.
"Gen Z dan Gen Milenial sedang menghadapi beragam kondisi yang memprihatinkan, mulai dari darurat judi online, kekerasan seksual, filisida, tawuran, penyalahgunaan narkoba, LGBT, hingga berbagai bentuk kecanduan digital. Karena itu masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan generasi muda," tegasnya.
Agenda ketiga adalah memperkuat gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur'an. HNW mengutip hasil riset Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta tahun 2023 yang menunjukkan angka buta aksara Al-Qur'an secara nasional masih mencapai 72,25 persen.
Karena itu, ia mengusulkan agar BKPRMI DKI Jakarta memulai pemetaan tingkat buta huruf Al-Qur'an di Jakarta sebagai dasar penyusunan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Kementerian Agama.
Menurut HNW, data tersebut penting untuk menyusun program pembinaan yang tepat sasaran dalam mencetak generasi Qurani sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ia berharap Musywil XIII BKPRMI DKI Jakarta menghasilkan kepengurusan yang mampu menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan pembinaan generasi muda.
"Kalau masjid hidup, remaja dan pemuda masjid aktif bergerak, dan Al-Qur'an semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, insya Allah Jakarta tidak hanya menjadi Kota Global, tetapi juga layak menjadi Kota Halal Global yang menghadirkan berkah dengan kemajuan ekonomi sekaligus kemajuan akhlak dan peradaban," kata Hidayat Nur Wahid. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


