DPC PDIP Banjarnegara Gelar Pendidikan Politik untuk Mahasiswa dan Milenial, Ini Tujuannya
Tujuan kegiatan ini untuk memberikan wawasan politik kepada generasi muda agar mereka paham makna politik, mengingat keputusan politik mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat.
BANJARNEGARA – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Banjarnegara (DPC PDIP Banjarnegara) menggelar pendidikan politik bagi mahasiswa dan milenial di Panti Marhaen setempat, Rabu, (15/7/2026).
Ketua Sekretariat DPC PDI Perjuangan Banjarnegara Joko Turoso menjelaskan, pendidikan diikuti oleh 153 mahasiswa di wilayah daerah pemilihan 1 yakni Banjarnegara, Sigaluh, Madukara dan Banjarmangu.
Tujuan kegiatan ini kata Joko, untuk memberikan wawasan politik kepada generasi muda agar mereka paham makna politik, mengingat keputusan politik mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat.
"Dengan pendidikan politik ini, diharapkan mereka semakin solid, kritis dan mampu berkiprah membangun kebijakan publik dan tidak mudah terprovokasi," ujarnya.
Mahasiswa Harus Melek Politik
Anggota DPRD yang juga sebagai wakil Ketua Bapilu DPC PDIP Banjarnegara Wahju Djatmika Al BS, S.E usai memberikan pengarahan kepada para mahasiswa menegaskan, bahwa di era saat ini, mahasiswa dan generasi milenial perlu 'melek' politik.
'Melek politik' kata Wahju Djatmika bukan berarti mahasiswa harus menjadi anggota partai, melainkan memahami bagaimana kebijakan publik dibuat.
"Sehingga mahasiswa juga jadi tahu, siapa yang membuat kebijakan dan bagaimana warga dapat berpartisipasi atas kebijakan tersebut," katanya.
Wahju Djatmika yang juga sebagai ketua DPC PA GMNI Banjarnegara menyampaikan alasan pentingnya mahasiswa dan milenial 'melek politik'.
Mereka yang paham politik dipastikan akan menjadi warga negara yang kritis. "Dengan demikian, mahasiswa dan milenial dapat menilai informasi secara objektif, membedakan fakta dari hoaks, serta tidak mudah terprovokasi," ungkapnya.
Mereka juga dapat menentukan arah masa depan bangsa. Pasalnya, generasi muda merupakan pemilih dalam jumlah besar dan pilihan mereka akan berpengaruh kepada kualitas kepemimpinan dan kebijakan negara.
"Bagi mereka yang paham politik, tentu lebih peka dan responsif terhadap kebijakan publik. Mereka juga dapat berkiprah dalam pengawasan penggunaan anggaran, pembangunan sekaligus mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel," jelasnya.
Para mahasiswa juga dapat menyampaikan aspirasi secara demokratis. Politik menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan sekaligus kritik melalui jalur yang damai dan konstitusional.
Mahasiswa dan milenial yang paham politik imbuh Wahju Djatmika juga dapat mendorong lahirnya pemimpin yang berkualitas. Bahkan mereka memiliki peluang menjadi pemimpin yang berintegritas dan selalu berpihak pada masyarakat.
Pada kesempatan ini, ia menekankan, kepada para mahasiswa di Banjarnegara, jadilah generasi muda yang cerdas, bijaksana dalam berpolitik, santun dalam menyampaikan pendapat dan berani memperkuat kepentingan rakyat.
Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan menjadi sarana untuk berkeadilan, menghadirkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
"Sekali lagi, kami tekankan bahwa 'melek politik' menjadi bekal bagi mahasiswa dan generasi milenial ikut serta membangun Indonesia dan Banjarnegara khususnya agar lebih baik lagi," tegas Wahju Djatmika, Anggota DPRD Banjarnegara dari Fraksi PDI Perjuangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


