Advertisement
Politik

RedTalks 2026 Jadi Ruang PDI Perjuangan Jawa Timur Dengarkan Suara Anak Muda

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan RedTalks 2026 bukan sekadar forum diskusi politik, melainkan ruang untuk mendengar langsung aspirasi, kritik, dan gagasan dari generasi muda sebagai bekal menyusun arah politik ke depan.

TIMES Indonesia,
RedTalks 2026 Jadi Ruang PDI Perjuangan Jawa Timur Dengarkan Suara Anak Muda
Pengamat Politik, Rocky Gerung saat menjadi pembicara di RedTalks 2026 di Kota Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan RedTalks 2026 bukan sekadar forum diskusi politik, melainkan ruang untuk mendengar langsung aspirasi, kritik, dan gagasan dari generasi muda sebagai bekal menyusun arah politik ke depan.

Kegiatan RedTalks 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Gedung MCC Kota Malang mendapat sambutan tinggi dari mahasiswa dan masyarakat. Antusiasme peserta bahkan membuat ruang diskusi penuh hingga sebagian peserta harus berdiri di luar ruangan.

Advertisement

Kegiatan tersebut juga menghadirkan beberapa tamu besar nasional, seperti Pengamat Politik, Rocky Gerung hingga Komedian, Abdel Achrian.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono mengatakan, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa anak muda masih memiliki kepedulian besar terhadap persoalan bangsa, asalkan diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mereka.

“Antusiasme anak-anak muda di Malang Raya ini luar biasa. Masukan, kritik, dan saran yang disampaikan menjadi pekerjaan rumah bagi kami di PDI Perjuangan Jawa Timur maupun seluruh kader di daerah,” ujar Deni, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Deni, RedTalks dikemas sebagai upaya PDI Perjuangan Jawa Timur untuk lebih dekat dengan generasi muda dan menghapus anggapan bahwa partai politik merupakan institusi yang tertutup terhadap kritik.

“RedTalks kami kemas sebagai cara PDI Perjuangan Jawa Timur mendengar suara anak muda. Kami hadir untuk menerima kritik dan saran agar ada arah politik ke depan yang lahir dari hasil diskusi bersama mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, seluruh masukan yang muncul dalam forum akan menjadi bahan evaluasi internal sekaligus dirumuskan menjadi program perjuangan partai. Selanjutnya, kader-kader PDI Perjuangan yang berada di legislatif maupun eksekutif akan didorong memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat sesuai hasil dialog tersebut.

“Kami ingin menampung apa yang dibutuhkan masyarakat. Tidak harus semua yang hadir menjadi kader atau caleg, tetapi kami membuka ruang diskusi agar gagasan anak-anak muda bisa menjadi bagian dari program-program perjuangan,” katanya.

Deni menambahkan, forum seperti RedTalks diharapkan tidak berhenti di tingkat provinsi, melainkan berkembang hingga ke kampus, warung kopi, kafe, maupun komunitas di tingkat desa dan kecamatan.

“Harapan kami, ruang diskusi seperti ini diperluas. Silakan membuat forum-forum serupa di lingkungan terkecil. Kami memiliki kader di berbagai wilayah yang siap hadir dan berdialog langsung dengan masyarakat,” katanya.

Selain menerima kritik terhadap partai, forum juga membahas berbagai keresahan generasi muda, mulai dari sulitnya lapangan pekerjaan, perubahan dunia kerja akibat digitalisasi, hingga pentingnya pendidikan politik yang lebih inklusif.

Menurut Deni, PDI Perjuangan Jawa Timur ingin mengubah cara pandang anak muda terhadap politik dengan menghadirkan diskusi yang lebih santai, terbuka, dan mudah diakses.

“Kami ingin politik menjadi sesuatu yang asyik untuk diperbincangkan. Bukan anak muda yang harus datang ke kantor partai, tetapi kami yang akan mendatangi komunitas-komunitas anak muda untuk berdialog,” tuturnya.

Ia juga menegaskan politik tidak cukup dibangun melalui pencitraan semata, tetapi harus diisi dengan kualitas kader yang memahami ideologi dan persoalan masyarakat. Karena itu, PDI Perjuangan terus memperkuat kaderisasi melalui sekolah partai dan berbagai program pendidikan politik.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung yang hadir sebagai pembicara menilai ruang dialog seperti RedTalks penting untuk membangun budaya politik yang sehat di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan agar anak muda tidak hanya mengedepankan sentimen, tetapi memperkuat argumen dan landasan ideologis dalam menyampaikan kritik.

“Kalau ingin marah dengan arah, Anda butuh argumen. Supaya arahnya jelas, maka harus ideologis. Mari bertengkar dengan argumen, bukan sekadar sentimen,” kata Rocky.

Senada, Akademisi Universitas Airlangga, Suko Widodo, mengapresiasi langkah PDI Perjuangan Jawa Timur yang membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Menurutnya, forum semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan karena percakapan warga merupakan inti dari demokrasi.

“Saya berterima kasih PDI menangkap kegelisahan anak-anak muda. Jangan berhenti. Justru partai politik perlu terus bekerja sama dengan jurnalis membuat forum-forum seperti ini, karena inti demokrasi adalah percakapan warga,” ungkap Suko.

Disisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menambahkan bahwa forum tersebut juga menjadi momentum evaluasi bagi partai untuk memahami cara pandang generasi muda terhadap politik.

Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa menjadi bahan refleksi bagi kader partai agar terus memperbaiki kinerja dan memperluas ruang dialog dengan masyarakat.

“Kami ingin melihat diri kami dari sudut pandang anak muda. Ini menjadi evaluasi sekaligus pembelajaran agar ke depan komunikasi antara partai dan masyarakat semakin terbuka,” pungkas Amithya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia