Positive News from Indonesia

Kisah Inspiratif Choirul Anam, Anak Jukir Jadi Lulusan Doktor Tercepat di Ceko

Jumat, 18 Agustus 2023 - 02:31 | 101.25k
Choirul Anam. (Foto: Dok TI)
Choirul Anam. (Foto: Dok TI)

TIMESINDONESIA, PARIS – "Kesuksesan itu adalah perjuangan itu sendiri kak. Naik lalu turun, dan naik lagi. Jatuh kemudian bangun lagi. Sesaat di tempat tertinggi, lalu dihempaskan di tempat terendah kemudian naik lagi. Itulah kesuksesan dalam hidup kak. Perjuangan," ucap Choirul Anam, mengawali perbincangan dengan penulis via teknologi seluler.

Saat berbincang ini, Cak Anam - begitu ia akrab disapa - sedang berada di Paris, Prancis. "Lagi ada urusan di Eropa kak. Segera setelah selesai di sini saya kembali ke tanah air," ucapnya menjelang detik-detik HUT ke-78 RI dan HUT ke-8 TIMES Indonesia.

Di TIMES Indonesia, Cak Anam mewakafkan ilmu dan networking internasionalnya untuk berita positif tentang Indonesia di luar negeri. Membawa nama harum bangsa untuk disebarkan ke seluruh belahan dunia lewat jurnalisme positif. International Head of TI World Network, jaringan kontributor TIMES Indonesia di ratusan negara di seluruh dunia.

Ia pun didapuk menjadi International Head of TI World Network, jaringan kontributor TIMES Indonesia di ratusan negara di seluruh dunia. "Visi misi TIMES Indonesia yang positif-lah yang membuat saya ingin membawa aura positifnya ke seluruh penjuru dunia. Mencoba berbuat baik untuk dunia ini lewat jurnalisme, menyebarkan aura positif Indonesia ke seluruh dunia," ucap Anam.

Dari Madura ke Eropa

Cak Anam kelahiran Madura. Tepatnya di Desa Dlambah, Kecamatan Dajah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Sebuah desa di pelosok Bangkalan. Desa yang  penerangan listriknya saja baru masuk desa awal 2016.

Santri Pesantren Asshomadiyah, Burneh, Bangkalan, ini sangat santun. Pembawaannya kalem. Namun ketegasan yang terpatri otomatis dalam internalisasi perjuangan hidupnya. Karat pengalaman hidupnya-lah yang membentuk Cak Anam menjadi pribadi seperti sekarang.

Di kalangan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) seluruh dunia, nama Cak Anam ini sudah tidak asing lagi. Pun demikian di kalangan peneliti dunia, ia sangat disegani.

Betapa tidak. Dari kampung pelosok ia sukses meraih gelar doktor dalam waktu 3 tahun 4 bulan di bidang public policy di Charles University, Praha, Ceko. Tentu prestasi ini tak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang.

Kampus yang disinggahi Cak Anam untuk belajar pun bukan kampus kaleng-kaleng. Ia menyelesaikan studi S1 Akuntansi dan S2 MPKP di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Takberhenti di situ. Keinginannya untuk mengejar pengetahuan membawanya ke Charles University, salah satu universitas tertua di Eropa Tengah. Kampus tempat Albert Einstien pernah mengenyam pendidikan tinggi.

Di kampus ini, disertasi Cak Anam tentang Dana Desa di Eropa mendapat pujian luas. Bahkan risetnya itu menjadikannya sebagai salah satu peneliti Dana Desa terbaik di Indonesia. Profesor senior di Faculty of Social Science, Prof Frantisek Ochrana, menyatakan bahwa Cak Anam adalah salah satu mahasiswa terbaiknya.

Supervisornya, Prof Michal Placek, memberikan pujian tinggi atas dedikasi Cak Anam dalam penelitian. Prof Arnold Vesely pun menyebut kelulusannya sebagai sesuatu yang "extremely unusual."

Cak Anam juga mendapat tawaran kolaborasi dari Arizona State University dan St Andrews University untuk riset lebih lanjut. Dua universitas ini adalah lembaga penelitian terkemuka di dunia. Tawaran ini adalah bukti pengakuan internasional atas kualitas dan potensi riset Anam.

Masa Kecil dan Perjuangan

Namun, di balik kesuksesannya itu, tersembunyi kisah perjuangan yang menyentuh. Anam berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Alm Moch Sahlun, pernah menjadi juru parkir selama 5 tahun. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil tanpa listrik sepanjang hari.

"Saya ingat harus bangun jam 4 pagi untuk mendengarkan radio, karena listrik hanya hidup dari jam 6 malam hingga 5 pagi," kenangnya.

Namun, walau hidup dalam keterbatasan, Cak Anam tidak pernah menyerah. Ia yakin bahwa usaha yang baik dan maksimal akan mendatangkan hasil yang sama.

"Kunci suksesnya adalah pantang menyerah dan selalu berusaha," katanya.

Kisah inspiratif Choirul Anam adalah sumber inspirasi dan motivasi bagi siapa saja yang berusaha mengejar mimpi. Tidak peduli dari mana mereka berasal. Kesuksesan Cak Anam membuktikan bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan kepercayaan pada diri sendiri, tidak ada yang mustahil dicapai. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES