Positive News from Indonesia

Cahaya Hati Pejuang: Melukis Kebajikan di Langit Kehidupan

Senin, 12 Februari 2024 - 13:21 | 22.58k
Dr Lia Istifhama. (Foto: Dok TI)
Dr Lia Istifhama. (Foto: Dok TI)

TIMESINDONESIA, SURABAYA
Di puncak senja, ketika langit berwarna jingga menceritakan akhir dari sebuah hari, lahir kisah yang tak terlupakan. Kisah Dr. Lia Istifhama M.E.I., yang di dunia ini dikenal dengan kelembutan sebutan; Ning Lia. Di tengah dentang waktu, hari ini, 12 Februari, ia merayakan perjalanan hidupnya yang ke-40 tahun. 

Empat puluh tahun itu bukan semata perjalanan waktu. Namun juga perjalanan makna yang telah ia ukir dengan tinta emas pada lembaran sejarah.

Dalam keheningan pagi, ketika embun masih berbisik pada daun-daun yang terjaga, Ning Lia bagaikan oasis di tengah padang pasir yang tandus. Cahaya dalam hatinya, sebagaimana Kahlil Gibran mengucap, "Kecantikan bukanlah wajah; kecantikan adalah cahaya dalam hati," telah menerangi banyak kehidupan.

Dengan kepedulian yang mendalam terhadap mereka yang sering terlupakan, seperti petani yang hidupnya bergantung pada alam, ia mengurai benang kusut kehidupan, mengajak kita melihat dunia melalui mata hati. 

Perhatian tulus Ning Lia sebagai ketua DPD Perempuan HKTI Jatim, kepada orang-orang kecil, adalah manifestasi dari cinta yang menjadi nyata dari lubuk hatinya. Melalui buku-buku dan lagu-lagu yang ia ciptakan, itu semua adalah pemberian dari hati yang penuh cinta. 

Pendidikannya yang cemerlang, meraih gelar sarjana dengan IPK bagus dari tiga kampus sekaligus. Lalu, magister dan doktoral dari UIN Sunan Ampel Surabaya adalah lambang dari dedikasi tanpa batasnya terhadap pengetahuan dan pelayanan kepada umat manusia.

Bak sebatang pohon yang akarnya menembus jauh ke dalam tanah, Ning Lia berdiri teguh. Memberikan naungan dan buah kepada mereka yang lapar akan keadilan dan kebenaran. Karyanya, baik itu dalam bentuk tulisan maupun musik, bagaikan aliran sungai yang menyegarkan, menghidupkan tanah-tanah yang gersang. Setiap kata, setiap nada, adalah ekspresi dari jiwa seninya yang tak pernah lelah mengeksplorasi keindahan dan kebenaran.

Di hari kelahiran Ning Lia ini, kita tidak hanya merayakan usia, melainkan juga merayakan semangat yang tak pernah padam. Dedikasi tanpa batas, dan cinta yang luas kepada umat manusia.

Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang kekuatan cinta, kepedulian, dan dedikasi. Melalui dia, kita belajar bahwa kecantikan sejati terletak dalam cahaya hati. Dan bahwa kebesaran bukan diukur dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang kita berikan kepada dunia.

Marilah kita senantiasa doakan dengan harapan terbaik untuk Ning Lia, semoga ia terus menjadi inspirasi bagi kita semua. Semoga cahaya dalam hatinya terus bersinar terang, membawa lebih banyak lagi kecantikan dan kebaikan ke dalam dunia ini.

Dalam setiap langkah, dalam setiap kata, dalam setiap nada, ia menunjukkan bagaimana cinta dapat bertransformasi menjadi aksi nyata yang membawa perubahan.

Sugeng ambal warso Ning, semoga tahun-tahun mendatang membawa lebih banyak kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup Sampean. Serta memberikan kekuatan untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara lewat DPD RI. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Rudy Mulya
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES