Pendidikan

Siswa SMK di Malang Membuat Kopi dari Biji Kedawung

Selasa, 30 Mei 2017 - 19:08 | 395.97k
Siswa SMK di Malang Membuat Kopi dari Biji Kedawung
Proses pembuatan dan hasil Kopi Petualang yang diproduksi oleh farmasi SMK Prajnaparamita. (foto: Tika/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekelompok siswa SMK Prajnaparamita Kota Malang, Jawa Timur, berhasil membuat inovasi baru dalam menciptakan kopi. Mereka meracik biji kopi robusta yang dicampur dengan biji lamtoro dan kedawung.

Khasiatnya, racikan lima siswa yang dibimbing oleh Mugis Fathoni itu berkhasiat untuk meredakan asam lambung, mengobati masuk angin dan menghilangkan pegal-pegal pada tubuh.

Salah satu pencipta kopi ini, Febe Nathania Johana Lakilobo, menjelaskan, manfaat ini didapatkan dari kandungan yang ada di biji lamtoro dan kedawung.

“Biji lamtoro itu mengandung zat tannin yang bermanfaat untuk menghilangkan pegal-pegal. Sementara kedawung memilki zat glukosida untuk mengobati masuk angin dan mengobati nyeri lambung,” kata dia, saat ditemui di laboratorium farmasi, Selasa (30/5/2017).

Membuat-Kopi-dari-Biji-KedawungrpXVg.jpg

Cara membuat kopi ini, lanjut dia, tidak ada bedanya dengan kopi pada umumnya. Semua biji disangrai kemudian ditumbuk hingga halus. Bubuk itu ditimbang menggunakan timbangan khusus. Baru ditempatkan di wadah ukuran 100 gram, dan siap untuk dijual.

“Komposisinya kami menggunakan persen. Setiap 100 persen, mengandung 73 persen biji kopi, 5,2 persen kedawung dan 21 persen lamtoro,” kata gadis cantik berdarah Ambon itu.

Febi menjelaskan, ide ini muncul dari perkembangan penikmat kopi yang semakin meningkat. Namun, kelompoknya ingin membuat produk yang berbeda dengan mengandung banyak manfaat.

Akhirnya, pada 2016, muncul ide untuk membuat kopi ini dengan mencampurkan aneka biji-bijian yang manfaatnya sudah diketahui.

“Di jurusan farmasi itu ada pelajaran produktif farmasi yang mempelajari mengenai farmakognosi, mempelajari mengenai khasiat obat dalam tanaman,” beber dia.

Kopi ini dibanderol dengan harga Rp 15 ribu setiap satu toples ukuran 100 gram. Selain dia, ada empat siswa lainnya yang membuat  dan menciptakan produk ini. Mereka adalah Mevia Ismaul, Ningrum Lailatul, Aisyah Indri dan Halimatus.

Membuat-Kopi-dari-Biji-Kedawung-3LDU85.jpg

Menurut dia, kopi ini aman dikonsumsi saat Ramadhan dan bagi penderita mag. Pasalnya, kandungan dalam biji kedawung membantu untuk mengurangi kadar kafein dalam kopi.

Hal ini diamini oleh salah satu penikmati Kopi Petualang, Hanum Oktavia (27). Ibu satu anak itu merupakan penderita mag, namun ketika menikmati kopi ini dia tidak merasakan kesakitan pada perutnya.

“Biasanya setelah minum kopi langsung mual dan sebah, tapi ini enggak,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SMK Prajnaparamita, Jhon Nadha Firmana, menjelaskan respon pasar untuk Kopi Petualang cukup bagus. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES