Kopi TIMES

Ayo Mulai Jadi Wirausaha

Ayo Mulai Jadi Wirausaha Noor Shodiq Askandar
Selasa, 14 Mei 2019 - 12:02

TIMESINDONESIA, MALANG – style="margin-left:0cm; margin-right:0cm">Semangat masyarakat untuk berusaha di bulan ramadhan tidak boleh menjadi semangat yang sifatnya sementara, akan tetapi harus iarahkan berjangka panjang. Hal ini agar momentum bangkitnya wirausaha ini tidak hilang ditelan bumi, seiring berahirnya ramadhan. Kenapa demikian ? Sangat disayangkan permulaan yang bagus ini harus berahir dan baru tumbuh lagi di bulan ramadhan tahun berikutnya.

Tentu banyak hal yang harus dilakukan. Pertama, pola berfikir yang temporer ini harus mulai diarahkan menjadi pemikiran jangka panjang. Artinya, usaha yang saat ini dikelola, mulai difikirkan dari berbagai sudut pemikiran. Misalnya : mulai perlunya disisihkan rizqi baik untuk modal investasi, maupun modal kerja. Terkait dengan modal, jika tidak semua bisa dipenuhi, mesti difikirkan sumber modalnya. Mau mengandalkan kekuatan sendiri, atau menggunakan jasa perbankan.

Kedua, manajemen atas usaha juga sudah harus mulai direncanakan dengan baik. Kalau dulu berfikir hanya karena momentum ramadhan produk tersebut diinginkan, sekarang mulai dipertimbangkan membuat produk tersebut menjadi keinginan yang kontinyu dari masyarakat. Dengan ini, tahapan produksi menjadi rutin mulai perlu direncanakan dengan baik.

Ketiga, tidak kalah pentingnya memikirkan marketing atas produk yang dibuat. Langkah yang bisa dilakukan adalah : meneropong apa yang dibutuhkan dan diinginkan calon pelanggan, bagaimana memenuhi harapan pelanggan,sampai dengan upaya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pelanggan itu akan puas, jika fantasi (harapan) atas produk tersebut dapat terpenuhi. Sukses dalam berusaha itu, jika kita bisa secara kontinnya memberikan kepuasan kepada pelanggan tanpa terkecuali. Jika pelanggan puas, insyallah akan kembali melakukan transaksi.

Keempat, konsistensi atas usaha. Banyak wirausaha Indonesia baru gagal sekali sudah merasa tidak cocok, tidak berbakat, tidak punya keahlian, dan banyak alasan lainnya yang menjadi penghambat untuk maju. Jika ingin sukses, jatuh bangun adalah hal yang biasa. Akan tetapi akan jauh lebih baik berfikir lebih produktif dengan mencari banyak cara agar tidak jatuh.

Berdasarkan data, wirausaha Indonesia yang konsisten melanjutkan usaha meski mengalami berbagai hambatan itu adalah dua puluh persen. Jumlah ini tentu belum ideal dan harus ditingkatkan terus menerus. Menurut orang bijak: saat jatuh, berusalah untuk bangkit dari lubang yang sama. Begitu juga ada pameo yang patut menjadi bahan renungan : hanya keledai bodoh yang terjatuh dalam lubang yang sama, lebih dari dua kali.

Semangat wirausaha adalah semangat yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Adalah hal yang sunnah jika mengikuti jejak Rasulullah saw. Pilihan yang paling realistis dan praktis adalah menjadi wirausaha. Jadi harap jangan pilih yang lain, agar negeri yang kita cintai ini bisa lebih cepat mandiri.

 

*) Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration