Kopi TIMES

Waspada Uang Palsu Menjelang Idul Fitri

Waspada Uang Palsu Menjelang Idul Fitri ilustrasi uang palsu (FOTO: Istimewa)
Rabu, 15 Mei 2019 - 08:04

TIMESINDONESIA, JEMBER – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan bulan yang penuh ampunan. Bulan Ramadhan selalu dimaknai sebagai bulan dimana masyarakat muslim berlomba-lomba dalam melakukkan kebaikan mulai dari berpuasa, shodaqoh, infaq, dan zakat. Keperluan umat muslim dalam menjalankan kebutuhan ibadahnya memang tidak dapat dipungkiri berdampak juga terhadap kehidupan ekonomi masyarakat secara umum. Ketersediaan bahan pokok hingga pengeluaran dan peredaran uang di masyarakat juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan sehingga hal ini rawan akan terjadinya inflasi dan bahkan beredarnya uang palsu di masyarakat.

Peredaran uang palsu terutama dikarenakan kebutuhan masyarakat akan uang cukup besar sedangkan jumlah peredaran uang di masyarakat haruslah dibatasi. Hal inilah yang akhirnya memicu para pelaku tindak pidana peredaran uang palsu dapat melakukan aksinya.

Modus operasi yang dilakukan oleh pengedar uang palsu ini biasanya mulai dari penukaran uang baru hingga sekala peredaran uang di pasar-pasar dengan melakukan transaksi menggunakan uang palsu tersebut.

Lalu bagaimanakah kita dapat mewaspadai dan menghindari terjadinya praktek uang palsu ini?

Sebelumnya kita akan melihat terkait pengaturan perundang-undangan yang mengatur tentang perdaran uang palsu terlebih dahulu.

Peredaran uang palsu diatur di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidan (KUHP), Tindak pidana Rupiah palsu dalam Pasal 36 dan Pasal 37 UU No. 7 Tahun 2011 memiliki cakupan yang luas, terdiri dari:

(1) Perbuatan memalsu Rupiah,
(2) Menyimpan Rupiah palsu,
(3) Mengedarkan dan/atau membelanjakan Rupiah palsu,
(4) Membawa ke dalam atau ke luar wilayah Indonesia Rupiah palsu,
(5) Mengimpor atau mengekspor Rupiah palsu,
(6) Perbuatan-perbuatan berkenaan dengan alat untuk membuat Rupiah palsu seperti memproduksi dan menyimpan pelat cetak untuk membuat Rupiah palsu, dan
(7) Perbuatan-perbuatan berkenaan dengan bahan baku Rupiah untuk membuat Rupiah palsu seperti memproduksi dan menyimpan bahan baku Rupiah (kertas untuk membuat Rupiah palsu dan sebagainya).

Jurnalis :
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jember

Komentar

Loading...
Registration