Kopi TIMES

Era Industri 4.0: Perubahan dan Cara Pandang Kita

Era Industri 4.0: Perubahan dan Cara Pandang Kita Ruchman Basori (ketua Pimpinan Pusat GP Ansor dan Kasi Kemahasiswaan Ditjen Pendis Kemenag RI). (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Rabu, 15 Mei 2019 - 12:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Guruku berkata; "Anda sudah berada di jalan yang benar, tetapi kalau tidak bergerak melakukan perubahan anda akan terlindas oleh yang lain". Karena di dunia ini ada hukum perubahan, dinamis, menggerakan siapa saja sebagai warga bumi.

Betapa para aparatur pemerintahan (birokrat) agak kedodoran  merespon perubahan yang sangat cepat dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini konon kita memasuki era revolusi industri 4.0, yang berkonsekuensi pada respon kita untuk menjadikannya sebagai peluang dan tantangan bukan ancaman.

Agamawan juga mengalami problem serius, betapa umat mengalami perubahan yang sangat cepat. Media sosial buah dari pesatnya teknologi informasi, berlari kencang menyampaikan pesan-pesan dakwah. Sementara para da'i dan juru dakwah (missionaris), kadang lamban melakukan sesuatu perubahan. 

Literasi agama yang berkembang, konon bukan berasal dari para da'i yang konvensional yang menguasai pelbagai literatur klasik dan faqih agamanya, tetapi lahir dan diproduksi oleh para da'i baru ala media sosial.

Para juru dakwah yang menguasai media sosial, menggunakan hukum-hukum media sosial, dengan langgam, cara berfikir, dan gaya bahasa medsos agar mudah dipahami oleh para netizen. Dengan keterbatasan durasi tayang, tentu saja membutuhkan kerampilan dan kepiawaian mengemas pesan-pesan agama secara sistematis dan mdah. Dibutuhkan cara pandang memahami perubahan model dan karakter dakwah komtemporer.

Pun di profesi dan sektor kehidupan yang lain, juga terkena dampak perubahan dari implikasi medsos. Di dunia pendidikan, ekonomi dan bisnis, transportasi, hukum dan juga perpolitikan. Muncul pelbagai layanan online dan automotisasi. 

Para guru dan dosen saat ini sudah tidak lagi menjadi sumber belajar utama, karena telah tergantikan oleh teknologi informasi. Dibutuhkan profesionalisme guru yang adaptif dan ramah merespon perkembangan IT dan laju media sosial.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration