Peristiwa - Nasional

Pengamat Terorisme: Tidak Ada Hubungannya Teroris dengan Aksi People Power

Pengamat Terorisme: Tidak Ada Hubungannya Teroris dengan Aksi People Power Pengamat terorisme dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi (foto: Khairul Fahmi)
Kamis, 16 Mei 2019 - 12:05

TIMESINDONESIA, JAKARTAPengamat terorisme dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai, people power tidak ada hubungannya dengan terorisme. People power merupakan masalah politik domestik yang hanya menghangatkan situasi sosial Indonesia.

Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak menakut-nakuti masyarakat Indonesia dengan istilah perang maupun teror yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan terorisme tersebut.

Dia menyarankan, aparat kepolisian kembali pokus pada penanganan bagaimana Indonesia aman dan tidak chaos (baca: kerusuhan) pada saat people power terjadi menjelang hari pengumuman hasil pemilu 2019.

"Teroris, saya kira mereka tidak cukup tertarik dengan urusan politik domestik. Kalaupun benar mereka berencana aksi di pekan-pekan ini, itu lebih cenderung untuk memanfaatkan momen dimana polri sedang lebih fokus pada pengamanan Pemilu," kata Khairul kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia menjelaskan, bahwa tidak ada terori dalam people power, kalaupun memang sebelumnya, sudah ada yang mengamati bahwa people power ditunggangi oleh penumpang gelap (baca: teroris). Dia menduga hanya sebagai bentuk kekhawatiran yang berlebihan akibat pengaruh dari tensi politik tanah air yang sedang memanas.

Dia menegaskan, jika dalam people power itu ada pihak-pihak yang ngotot tetap menebar isu penumpang gelap. Maka upaya pembentukan opini yang berlebihan tersebut berbahaya bagi keamanan psikologis warganegara negara.

"Menurut saya, rencana-rencana yang terungkap itu bukanlah aksi yang bermaksud  menarget atau mengacaukan jalannya pemilu. Namun lebih pada pemanfaatan momentum dimana konsentrasi polisi sedang tidak pokus pada keamanan warganegara," tandas Khairul Fahmipengamat terorisme(*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration