Politik

Isu Penumpang Gelap di Pemilu 2019, Dinilai Terlalu Provokatif dan Menakut-nakuti 

Isu Penumpang Gelap di Pemilu 2019, Dinilai Terlalu Provokatif dan Menakut-nakuti  Pemilu 2019
Kamis, 16 Mei 2019 - 13:07

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat terorisme dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi merespon, berbagai isu bahwa akan ada penumpang gelap yang sengaja ingin berbuat onar menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 secara resmi dari KPU RI, pada tanggal 22 Mei 2019, mendatang.

Menurutnya, isu tersebut terlalu berlebihan jika terus dikaitkan dengan Pemilu 2019. Justru dia melihat ada pihak-pihak yang sengaja ingin menakut-nakuti masyarakat dengan menyebarkan isu tersebut. Apalagi istilah penumpang gelap itu ditujukan ke teroris. Sehingga situasi semakin ramai.

"Membacanya begini. Jadi agenda jaringan teror ini tidak terkait langsung dengan agenda pemilu. Bahwa saat ini tampak berhimpitan, itu lebih karena pemanfaatan momentum saja. Bukan karena memang menarget pemilu atau pihak-pihak terkait penyelenggaraan pemilu," tutur Khairul saat dihubungi TIMES Indonesia di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Khairul menegaskan, bahwa teroris tidak mungkin tertarik dengan situasi politik domestik Indonesia saat. Hanya saja, masyarakat selalu diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dia mengkhawatirkan jika polisi juga tertarik dengan isu provokatif tersebut. Karena bisa menyebabkan kelalaian terhadap tugas-tugas menjaga keamanan pemilu dengan situasi politik buang sedang memanas. 

"Teroris, saya kira mereka tidak cukup tertarik dengan urusan politik domestik. Kalaupun benar mereka berencana aksi di pekan-pekan ini, itu lebih cenderung untuk memanfaatkan momen dimana polri sedang lebih fokus pada pengamanan Pemilu 2019," kata Khairul Fahmi, Pengamat terorisme dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS). (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration