Politik

Menghindari Chaos, Pengamat Imbau Kedua Capres Jujur Akui Kecurangan

Menghindari Chaos, Pengamat Imbau Kedua Capres Jujur Akui Kecurangan ILUSTRASI. (Grafis: TIMES Indonesia)
Kamis, 16 Mei 2019 - 14:34

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat Terorisme, Al Chaidar menyarankan, kepada kedua paslon Capres pada Pilpres 2019, untuk jujur mengakui segala kecurangan yang dilakukannya. Hal itu untuk menjawab segala tuduhan yang selama ini ditujukan kepada mereka. Atas tindakan curang dan menerima didiskualifikasi jika benar-benar melakukan kecurangan pemilu.

Pasalnya, jika hal demikian terus dibiarkan maka ada kemungkinan besar, bentrok antara kedua militansi pendukung kedua Capres terjadi. 

Oleh karena itu, kepada kandidat capres, dia menyarankan agar menahan diri dengan tidak memaksakan diri untuk berkuasa. Apalagi pemilu serentak 2019 sudah terbukti menelan banyak nyawa.

"Demi rakyat, mohon rezim harus bisa bersikap jujur jika ada kecurangan. Rezim sebaiknya mengakui dan mundur dan menerima diskualifikasi," tegas Al Chaidar di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, Al Chaidar menghimbau agar para petinggi negara tidak terus menerus mempermainkan opini rakyat. Dengan terus mengalihkan informasi yang tidak benar dengan informasi hoaks alias bohong.

Menurutnya, banyak langkah yang bisa digunakan untuk menanggulangi masalah tuduhan kecurangan pemilu tersebut. Salah satunya adalah dengan prilaku jujur kedua paslon melewati jalur hukum yang sudah disediakan oleh negara.

Selain itu, jika tidak terbukti kecurangan maka banyak langkah priventif lain untuk mengakali pengumumam hasil hitung resmi KPU RI. Salah satunya adalah dengan merahasiakan waktu jadwal pengumuman.

"Banyak langkah untuk bisa mencegah tersebut. Pengumumam hasil bisa dilakukan pada dini hari. Dan jika masalah kejujuran itu betul-betul diperhatikan oleh kedua Capres. Maka chaos tidak akan pernah terjadi," tandas Al Chaidar, Pengamat Terorisme. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration