Politik

JARI 98: Selamatkan Prabowo dari Penumpang Gelap

JARI 98: Selamatkan Prabowo dari Penumpang Gelap Diskusi bertajuk 'Waspada Penumpang Gelap di Penghujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019). (Foto: Istimewa)
Kamis, 16 Mei 2019 - 19:29

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa mengatakan, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto harus diselamatkan dari 'penumpang gelap'.

Pasalnya kata dia, fakta-fakta seputar pemilu 2019, khususnya pilpres, jelas mengindikasikan adanya penumpang gelap di kubu 02 itu. Mulai dari tahap deklarasi dukungan, kampanye, hingga respon atas hasil quick count lembaga-lembaga survei dan rekapitulasi suara sementara dari KPU RI.

"Menurut saya, Prabowo harus diselamatkan dari musang tua (penumpang gelap). Para pembisik-pembisiknya itu berbahaya sekali," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Waspada Penumpang Gelap di Penghujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Kendati begitu, menurutnya Prabowo adalah sosok yang akan menghormati dan menjaga persatuan. Sehingga, dirinya optimistis pasangan duet Sandiaga Uno itu legowo menerima hasil pengumuman KPU RI 22 Mei nanti.

"Kita positif thinking saja, Prabowo bisa menjadi sosok negarawan. Aparat keamanan harus berani libas para penumpang gelap yang mau merongrong kedaulatan NKRI," ucapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta mensinyalir para penumpang gelap seperti teroris atau kelompok radikal ini memanfaatkan situasi dan mencari momentum pemilu.

"Terkait teroris, mereka tidak peduli politik tetapi mereka mencari momentum. Yang banyak mereka dimanfaatkan dan membangkitkan emosionalnya," kata dia.

Bahkan dirinya menyebut penumpang gelap yang paling berbahaya adalah kelompok-kelompok yang masuk barisan sakit hati. Yakni, orang-orang yang tidak mendapatkan posisi atau jabatan yang diharapkan padahal telah mendukung Prabowo habis-habisan. "Barisan sakit hati ini sangat berbahaya. Maka kita jangan membuatkan momentum dan arena kepada mereka," tandasnya.(*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration