Melalui SK Mendikbud RI, Dua Program Studi Baru UAD Resmi di Buka

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali membuka 2 Program Studi (Prodi) baru yaitu Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Prodi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika di lingkungan FKIP Kampus setempat.
Pembukaan Prodi baru ini ditandai dengan penyerahan (SK) salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor 51/M/2020 tentang ijin pembukaan Prodi Gizi program Sarjana dan Prodi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika program Sarjana pada Rabu (18/2/2020) di Ruang Serbaguna lantai 10 Kampus pusat UAD.
Advertisement
Rektor UAD Dr. Muchlas, MT mengatakan bertambahnya 2 prodi baru ini maka jumlah keseluruhan prodi di UAD ada 52 dengan rincian 36 prodi S1, 1 Prodi Diploma 4, dan 12 Prodi S2 serta 3 Prodi profesi. Kemudian kurang lebih hampir 30 persen diantaranya adalah terakreditasi A.
Ia menyampaikan, Pemerintah di dalam program kampus merdekanya ada 4 hal yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi yakni membuka program studi, akreditasi, kuliah tiga semester di luar kampus dan kemudahan (PTN) Perguruan Tinggi Negeri didaftar menjadi PTN (BH) Badan Hukum. Kalau nanti kebijakan itu jadi diimplementasikan menurutnya ya perlu didukung oleh regulasi dibawah kebijakan itu seperti Peraturan Menteri.
Kemudian juga peraturan-peraturan yang ada dibawahnya yang lebih teknis lagi agar memperhatikan dampak dari kebijakan itu. “Ya dicarilah satu jalan tengah agar peraturan-peraturan yang dibuat untuk mendukung kebijakan merdeka kampus 4 itu bisa mengakomodasi seluruh kepentingan baik itu PTN maupun PTS,” ungkapnya
Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilyah V Yogyakarta Prof. Dr. Didi Achjari menyatakan penyerahan SK 2 prodi baru ini menurutnya sangat penting karena yang pertama prodi gizi sangat relevan dengan program pemerintah saat ini untuk membantu masyarakat atau penduduk mengurangi masalah kurang gizi yang berdampak pada stanting.
Disamping itu, Prodi pendidikan vokasional juga penting untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan teknologinya khususnya di bidang elektronika. Oleh sebab itu, dia berharap bahwa apa yang dibuat oleh UAD yang baru ini bisa berjalan dengan baik.
“Tidak sekedar untuk berdiri tapi juga menjamin mutunya artinya bahwa UAD harus membuat tradisi bahwa mutu itu menjadikan yang utama di dalam pendirian program studinya,” ungkap Didi kepada Wartawan seusai acara penyerahan SK 2 Prodi baru di Kampus UAD
Dr. Dyah Suryani, M.Kes Kaprodi Gizi menyampaikan Prodi gizi ke depan fokusnya membuat lebih berbeda dengan Prodi ilmu gizi di kampus lainnya. Katanya kita fokusnya ke food safety jadi masyarakat perkotaan yang sehat tapi memenuhi food safety.
Ia berharap bisa memperbaiki makanan yang disajikan di kota Yogyakarta sehingga pariwisata kalau mencari makanan itu menjadi aman, nyaman akhirnya mereka kembali ke tempat asal itu juga kembali sehat.
Selain itu, Dr. Budi Santosa Kaprodi (PVTE) Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika menjelaskan salah satu ciri keberhasilan mengelola pendidikan vokasi adalah hubungan industri maka kita harapkan nanti UAD bisa menjalin hubungan industri yang kuat terutama di bidang teknik elektronika. Sehingga calon tenaga kerja atau mahasiswa lulusan dari program ini nanti akan memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri.
Menurutnya, ada tiga core untuk profil lulusan teknik elektronika UAD yaitu pertama guru di bidang elektronika ada 9 kompetensi keahlian. Berikutnya di bidang isntruktur, di perusahaan-perusahaan elektronika dan sekaligus sebagai teknisi atau mekanik di bidang elektronika.
“Dari 2 Program Studi yang baru ini semoga Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bisa makin meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat, jadi tidak hanya menambah mahasiswa tapi betul-betul mahasiswa yang nantinya punya peran yang penting di masyrakat,” kata Didi Ketua LLDIKTI Wilyah V Yogyakarta. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |
Sumber | : TIMES Yogyakarta |