[CEK FAKTA] Penganut Islam Kristen Yahudi dan Budha Hadir di New Zealand Mengalunkan Asmaul Husna dan Kalimat Tauhid untuk Menghadapi Wabah Corona

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah video beredar di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp. Video orkestra ini yang berisi pemusik dan penyanyi yang melantunkan lagu Asmaul Husna di tengah wabah Corona atau Covid-19, dengan durasi 3 menit 29 detik
Video tersebut disertai juga dengan narasi sebagai berikut:
Advertisement
Pertama kali dalam Sejarah Dunia...Para Pemuzik dan Penyanyi dari kalangan Penganut Agama Islam..Kristian...Yahudi dan Budha...hadhir bersama-sama di New Zealand...mengalunkan ASMAUL HUSNA (99 Nama ALLAH) dan kalimat Tauhid: 'Laa ilaaha illalloh' dalam Bahasa Arab...Khusus dalam menghadapi Wabah CV 19 ....Terlalu banyak hikmah berlakunya Wabah CV 19 sekarang ini...Saksikan hingga selesai
Tangkapan layar narasi disertai video orkestra yang melantunkan lagu Asmaul Husna (Sumber: Tangkapan layar Whatsapp Group)
CEK FAKTA
Menurut penelusuran Tim CEK FAKTA TIMES Indonesia, informasi yang disebar bersama dengan video tersebut tidak benar. Sebab, narasi yang diberikan tidak sesuai dengan fakta tentang video yang beredar.
Tim CEK Fakta TIMES Indonesia melakukan penelusuran dengan menggunakan beberapa tools pencari seperti Google, Yandex, dan TinEye. Hasilnya menemukan bahwa video yang beredar tersebut merupakan video dari konser musik Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu, yang berlangsung pada 25 Mei 2011 di Ayia Irene Museum (bekas gereja) di Istanbul, Turki.
Konser musik ini ditayangkan oleh TRT Corporation, sebuah jaringan TRT World stasiun televisi berita internasional 24 jam berbahasa Inggris yang berbasis di Istanbul, Turki. Stasiun televisi menyediakan konten berita dan provides news and current affairs di televisi dan daring (termasuk melalui gawai). Video ini ditayangkan secara daring (online) di situs Dailymotion berdurasi 1 jam 42 menit 59 detik. Video yang beredar merupakan potongan video yang dilakukan pada menit 4,56 menit, saat membawakan lantunan Asmaul Husna.
Dalam video itu mantan Presiden Turki Abdullah Gul menghadiri acara yang diselenggarakan oleh saluran musik TRT di Ayia Irene. Pemimpin paduan suara, Mehmed Bajraktarevic, terlihat menyerahkan tongkatnya kepada Presiden Gul.
Paduan suara Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu, ini terdiri atas pelajar Kroasia, Serbia dan Bosnia yang belajar di Akademi Musik Bosnia, menyajikan lagu-lagu Turki, Malaysia, Arab, Bosnia, Urdu, dan Persia.
Sumber: https://www.dailymotion.com/video/xmq4pj
Media online Turki, Sabah menuliskan paduan suara Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu adalah tamu istimewa di Istanbul yang tampil pada 29 Mei 2011, di Museum Ayia Irene. Paduan suara termasuk pria dan wanita muda dari tiga negara yang berbeda (Bosnia, Kroasia dan Serbia) yang tinggal di Bosnia dan Herzegovina.
Sumber: Fatih Sultan Mehmet korosu | www.sabah.com.tr
Penelusuran tim juga di Worldbuletin juga menemukan bahkan konser musik Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu, yang berbasis di Sarajevo, merayakan malam di Museum Sejarah Aya Ireni di Istanbul pada tanggal 29 Mei, untuk merayakan peringatan 558 tahun invasi Ottoman ke Istanbul pada tahun 1453, menandai berakhirnya era Bizantium di Istanbul pada tahun 1453. Paduan suara tersebut menghadirkan sejumlah nyanyian Islami selama pesta yang diselenggarakan oleh Perusahaan Radio dan Televisi Turki (TRT).
Sumber: Bosnian musical ensemble celebrates İstanbul's conquest | worldbulletin.net
Tim Cek FAKTA TIMES Indonesia juga melakukan pencarian dengan kata kunci 'Museum Ayia Irene Turki' di mesin pencari Google menemukan adanya kesamaan dengan panggung konser Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu.
Sumber: Museum Ayia Irene Turki | Google
Selain itu, tim Cek Fakta TIMES Indonesia melakukan juga menemukan bahwa informasi ini juga telah beredar di sejumlah negara dengan bahasa Inggris dan Arab narasi sebagai berikut
The New Zealand Church Organization Singing Song of The Name 99 Names of Allah in Chriastian Style Song in a Concert
If so.. May Allah give Hidayah
Sumber: Postingan akun Facebook bernama Shabana Sadik
_______
Sumber: Postingan akun Facebook bernama Ahmad Nemer Khawaga
KESIMPULAN
Informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp tersebut masuk dalam informasi hoaks. Karena fakta yang sebenarnya tidak sama dengan narasi yang diberikan. Sumber menyampaikan bahwa video yang beredar merupakan para musisi dan penyanyi dari semua kalangan agama, Islam, Kristen Yahudi, dan Budha, yang menyanyikan Asmaul Husna, di tengah wabah Corona atau Covid-19, yang berlangsung di New Zealand..
Hasil penelusuran fakta Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menemukan bahwa konser tersebut dibawakan oleh Saraybosna Fatih Sultan Mehmet Korosu yang menjadi tamu istimewa di Museum Ayia Irene, Kota Istanbul, Turki pada 29 Mei 2011. Konser ini merupakan konser yang digelar untuk memperingati 558 tahun invasi Ottoman ke Istanbul pada tahun 1453, menandai berakhirnya era Bizantium di Istanbul pada tahun 1453.
Menurut kategori disinformasi First Draft News, informasi ini masuk dalam konten informasi yang keliru. Penulis pesan ini menyajikan dengan narasi dan konteks yang salah, dengan memuat video peristiwa yang pernah terjadi, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
________
Cek Fakta TIMES Indonesia
TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.
Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |