Angka Kemiskinan Naik, Ini Langkah DPMD Bondowoso Angkat Ekonomi Warga

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Angka kemiskinan di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur meningkat pada tahun 2020 kemarin. Hal ini akibat pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada sektor ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Bondowoso pada tahun 2018 mencapai 110.980 atau 14 persen, Tahun 2019 menurun menjadi 103.330 atau sekitar 13 persen. Sementara Tahun 2020 naik lagi menjadi 14 persen atau di angka 110. 240.
Advertisement
Menyikapi kondisi itu, Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Bondowoso, Haeriyah Yulianti mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat.
"Di DPMD ada program pemberdayaan yang memang memberikan bantuan stimulan. Berupa peralatan pada masyarakat,” katanya.
Bantuan berbagai macam peralatan yang diberikan pada warga, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki perekonomian mereka. "Dengan begitu, saya berharap agar masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja mandiri," jelas mantan Kadis Kominfo tersebut.
Sehingga mereka kata dia, bisa menghasilkan uang dan tidak harus mencari pekerjaan. Tetapi mereka bisa menciptakan lapangan kerja. "Program pemberdayaan masyarakat tersebut telah berjalan sejak beberapa tahun kemarin," jelasnya.
Program tersebut kata dia, bisa melalui BUMDes. Jika hal itu berada di tingkat Pemerintah Desa. Tentu juga diimbangi dengan memberikan pelatihan pada masyarakat.
Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini ketika ada pemutusan hubungan kerja atau di-PHK, warga masih bisa berdaya dengan berupaya mandiri. "Bisa jadi jumlah masyarakat miskin menurut data meningkat, karena memang faktor pandemi Covid-19,” terang Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |