Peristiwa Daerah

6 Pejabat Kota Probolinggo Gagal Suntik Vaksin Covid-19

Senin, 01 Februari 2021 - 20:15 | 48.55k
Proses penyuntikan vaksin sinovac pada sejumlah pejabat Kota Probolinggo. (FOTO: Rudiulhaq for TIMES Indonesia)
Proses penyuntikan vaksin sinovac pada sejumlah pejabat Kota Probolinggo. (FOTO: Rudiulhaq for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejumlah pejabat di Kota Probolinggo, Jawa Timur, gagal mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Termasuk di antaranya, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Gagal vaksin itu terjadi lantaran tensi terlalu tinggi, atau riwayat penyakit yang pernah diderita calon penerima vaksin sinovac, untuk melawan covid19.

Mereka yang akhirnya berhasil divaksin antara lain, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kajari Yeni Puspita, Ketua MUI Nizar Iryad, Ketua PCNU Samsur, Pendeta Patria Yusak.

Advertisement

“Vaksin disuntikkan oleh dokter Ketut Ari, spesialis penyakit dalam yang punya sertifikasi sebagai vaksinator,” kata Plt. Direktur RSUD dr. Mochammad Saleh, Abraar HS. Kuddah, Senin (1/2/2021).

Sedangkan mereka yang mengalami penundaan karena tekanan darah yang tinggi adalah Wali Kota Habib Hadi, Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Ketua Pengadilan Negeri Darwanto, Kapolresta AKBP RM Jauhari, Ketua PD Muhammadiyah Masfuk. Wakapolresta Kompol Teguh tidak bisa divaksin sebab punya riwayat penyakit jantung.

Vaksinasi pada pejabat esensial dan forkopimda Kota Probolinggo, dilakukan di RSUD dr. Moch. Saleh. Sesaat sebelum proses vaksinasi, terlebih dahulu para calon penerima di cek Kesehatan. Terutama tensi darah dan keluhan atau gejala sebelum proses vaksinasi.

Abraar pun membeberkan, perihal gagal vaksin pada wali kota. “Kalau menurut screening 177/98. Nanti itu akan ditunda dahulu, dengan harapan tensi bisa terkontrol. Sehingga bisa diikutkan pada vaksinasi berikutnya. Standartnya untuk penerima vaksin ini, 140/80,” jelasnya.

Vaksin sinovac sendiri memiliki efek samping. Untuk sementara ada beberapa kriteria yang harus menjadi pengecualian. Antara lain darah tinggi, penyintas dan ada riwayat penyakit. “Saya pun tidak bisa menerima vaksin ini, karena pernah terkonfirmasi positif covid19 dan masuk kategori penyintas,” tegas Abraar.

Proses vaksinasi juga diikuti sejumlah tokoh masyarakat setempat. Seperti Ketua MUI dan Dandim 0820 Probolinggo. “Tidak terasa sakit ya. Saya pernah divaksin lain, yang rasanya lebih sakit. Tapi ini tidak. Semoga vaksin Covid-19 ini bermanfaat dan menjadi ikhtiar untuk menuju Indonesia sehat,” kata Dandim 0820, Letkol Inf. Imam Wibowo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES