Peristiwa Daerah

Sampah Rumah Tangga Penuhi Area Pantai Watu Dodol Banyuwangi

Kamis, 04 Februari 2021 - 22:23 | 61.47k
Tumpukan sampah yang mengapung di area pantai Watu Dodol Banyuwangi. (Foto: Riswan Efendi/TIMES Indonesia)
Tumpukan sampah yang mengapung di area pantai Watu Dodol Banyuwangi. (Foto: Riswan Efendi/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tumpukan sampah terlihat mengapung berserakan memenuhi sepanjang bibir pantai Watu Dodol, Desa Bangsring, Kecamatan, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Sampah yang ada di lokasi ini mayoritas merupakan limbah dari hasil aktivitas rumah tangga.

Ribuan plastik minyak goreng, botol, sterofoam bekas makanan hingga alas kaki seperti sendal jepit dan sepatu terlihat mengapung di bibir pantai. Tak hanya itu, di area sepanjang 200 meter, limbah rumah tangga tersebut juga bercampur dengan sampah organik seperti bambu, kayu, ranting, maupun batok kelapa.

Advertisement

Sejumlah warga dan wisatawan penikmat pantai wisata ini merasa keberatan dengan kondisi pesisir yang kotor. Seperti halnya Fachrul Al-Fatih (22), wisatawan asal Situbondo, Jawa Timur.

times-indonesia-Pantai-Grand-Watu-Dodol-Banyuwangi.jpgPantai Watu Dodol (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

"Sampah plastik dan kayu yang mengapung di pantai ini sangat mengganggu kenyamanan. Saya dan teman-teman jauh-jauh kesini untuk berenang dan menikmati wisata pantai disini," kata Fachrul, Kamis (04/02/2020).

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Pesona Bahari, Abdul Aziz mengatakan adanya sampah pada area tempat wisata ini bisa merusak ekosistem laut, terlebih area ini merupakan tempat budidaya lobster yang dikembangkan oleh sejumlah nelayan setempat.

"Sampah seperti ini bisa berbahaya. Karena kalau tersangkut di dasar laut bisa merusak terumbu karang. Apalagi ini lahan konservasi dimana banyak biota lait hidup disini," kata Aziz yang juga sebagai ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Banyuwangi) tersebut.

"Yang membuat kami miris, banyak sampah rumah tangga. Ini menunjukkan budaya warga sekitar yang belum sadar akan kebersihan lingkungan. Kita beruntung masih menggunakan keramba dasar, sehingga masih selamat dari sampah-sampah ini dan tidak berdampak pada budidaya," imbuhnya.

Terakhir, ia mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sungai karena bisa bermuara ke pantai dan mengganggu ekosistem laut.

"Saya berharap agar masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah apapun baik dari limbah rumah tangga ataupun sampah organik. Karena yang menerima dampaknya adalah masyarakat nelayan, seperti yang ada di pesisir pantai Watu Dodol Banyuwangi ini," Cetus Aziz. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES