Pura-Pura Jadi Petugas Penyemprotan Disinfektan, Pencuri Bawa Kabur Perhiasan

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebuah video kasus pencurian dengan modus pencurian baru beredar di medos. Modusnya, berpura-pura menjadi petugas penyemprotan disinfektan.
Video itu memperlihatkan petugas penyemprotan yang sedang melakukan penyemprotan di salah satu rumah di Jalan Ranugrati Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Advertisement
Hal itu dibenarkan Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi. Dirinya mendapat laporan dari korban bahwa orang yang berpura-pura menjadi petugas penyemprotan tersebut membawa kabur perhiasan korban.
"Saya mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi TKP bersama Satreskrim. Memang pelaku ini modus, dia mencari celah kepada warga yang lengah," ujar Yusuf, Kamis (18/02/2021).
Yusuf menceritakan kronologi kejadian. Pelaku yang diduga berpura-pura sebagai petugas penyemprotan tersebut berasal dari RS Lavalette. Katanya ditugaskan untuk melakukan penyemprotan di rumah korban dan kepada seluruh barang milik korban.
"Awal mula kejadian itu hari Selasa (16/02/2021) sekitar pukul 13.30 WIB. Pelaku datang ke rumah korban seorang diri dengan mengendarai motor dan mengaku petugas dari RS Lavalette yang ditugaskan untuk melakukan penyemprotan disinfektan," ungkapnya.
Pelaku tersebut memang sebelumnya telah menyelidiki keluarga korban. Suami korban, meninggal karena Covid-19 di RS Lavalette.
"Saat pelaku berada di rumah korban, dia (pelaku) menyampaikan kepada anak perempuan bahwa pelaku merupakan petugas dari Lavalette. Itu bertepatan dengan ayah/suami korban yang meninggal dan pelaku berpura-pura bahwa dirinya ditugaskan pihak RS untuk melakukan penyemprotan," jelasnya.
Pelaku sempat mengatakan bahwa dirinya akan kembali lagi untuk membawa alat guna melakukan penyemprotan di rumah korban setelah korban memperbolehkan dirinya untuk melakukan penyemprotan.
"Sekitar pukul 14.00 WIB pelaku datang kembali dengan menggunakan APD sembari membawa alat semprot kecil warna hijau. Saat pelaku melakukan penyemprotan pun, korban merasa percaya dan tidak mengikuti pelaku. Hingga akhirnya pelaku melakukan penyemprotan di dalam kamar yang diduga di situlah tempat perhiasan emas diletakkan," paparnya.
Korban mengaku, sempat mendengar suara laci atau lemari seakan-akan sedang dibuka. Namun korban tak menaruh curiga kepada pelaku tersebut.
Selanjutnya pada sekitar pukul 14.30 WIB penyemprotan pun selesai dan pelaku keluar dari rumah korban. Dari situ, ternyata penyemprotan pun masih berlanjut. Sekitar pukul 15.00 WIB pelaku kembali datang ke rumah korban dengan alasan melakukan penyemprotan kedua kalinya.
"Jadi pada penyemprotan pertama ini, kami menduga pelaku masih menggambar letak-letak barang berharga yang akan dibawanya. Dia tak membawa apa-apa, namun kembali lagi dengan modus katanya melakukan penyemprotan kembali untuk kedua kalinya," tuturnya.
Dalam penyemprotan yang kedua, lanjut Yusuf, dia mendapatkan keterangan dari korban bahwa pelaku sudah tidak lagi menggunakan APD.
"Jadi saat kembali ketiga kalinya, pelaku ini hanya menggunakan face shield dan masker saja tapi tidak menggunakan hazmat. Namun korban yang terlanjut percaya memperbolehkan pelaku kembali melakukan penyemprotan," katanya.
Setelah penyemprotan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB, akhirnya pelaku pergi dan sebelum pergi sempat memberi vitamin dan botol alkohol kepada korban agar tak menaruh curiga.
"Pada hari Rabu (17/02/2021), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat korban masuk untuk menaruh perhiasan, dia (korban) baru sadar kalau kotak perhiasannya dalam kondisi terbuka dan perhiasan tersebut sudah tidak ada," tuturnya.
Diketahui, emas yang diduga dibawa oleh pelaku tersebut, satu emas lantakan 5Gr merk Antam, tiga buah gelang emas dan empat buah cincin emas. Diperkirakan kerugian yang dialami korban sekitar Rp 15 juta.
Sementara itu secara terpisah, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata yang mengetahui kejadian tersebut telah memerintahkan Satreskrim Polresta Malang Kota untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus modus pencurian baru tersebut.
"Kita sedang lakukan penyelidikan dan kita akan ungkap kasus ini. Kita akan tangkap pelakunya," tegasnya.
Selain itu, lanjut Leo, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mengecek seluruh kegiatan yang berada dilingkungannya. Apalagi ada yang tak dikenal, meski memiliki modus.
"Warga harus waspada dan di cek. Minta surat tugasnya, minta identitasnya saat melakukan kegiatan tersebut. Saya rasa demikian dan jangan sampai terulang lagi modus seperti ini," imbaunya terkait kasus pencurian dengan modus pura-pura jadi petugas penyemprotan dinsinfektan.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |