Jelang Nyepi, Seluruh Pura di Banyuwangi Disemprot Disinfektan

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Menjelang hari raya Nyepi tahun baru Shaka 1944 yang jatuh pada Minggu 14 Maret 2021 mendatang, seluruh Pura di Kabupaten Banyuwangi disemprot disinfektan. Proses disinfektasi rumah ibadah umat Hindu ini dilakukan secara serentak di seluruh Kecamatan yang ada, Jumat (12/3/2021).
Penyemprotan ini dilakukan sebagai prosedur dasar di era pandemi Covid-19. Dimana seluruh peribadatan yang hendak digunakan untuk hari besar harus dipastikan bersih dari ancaman virus.
Advertisement
Kegiatan penyemprotan ini dilakukan oleh Polresta Banyuwangi bersama pemuda dan tokoh Hindu di masing-masing lokasi Pura. Tak terkecuali, seluruh ruangan, lantai dan tempat persembahyangan disemprot dengan disinfektan. Tak hanya itu, polisi dibantu oleh pecalang juga membersihkan peralatan persembahyangan.
"Kita lakukan penyemprotan secara serentak di Pura-pura di Banyuwangi. Personel dari masing-masing Polsek dan dibantu oleh Shabara melakukan penyemprotan disinfektan," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin usai dilakukan penyemprotan di Pura Jagat Girinatha Jalan I Gusti Ngurah Rai Kelurahan Penganjuran.
Disebutkan Arman, dalam prosesi sembahyang Nyepi nanti akan mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Selain itu, juga dipastikan bahwa protokol pencegahan penularan Covid-19 juga diterapkan secara ketat. Pembatasan jumlah umat yang mengikuti pun juga dibatasi hanya 100 orang paling banyak, sesuai kesepakatan Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi.
"Wajib pakai masker dan tidak berkerumun. Petugas akan berjaga dan memastikan prosesnya berjalan dengan aman dan lancar," kata Kapolresta.
Pihaknya meminta kepada pengurus pura untuk menyediakan tempat cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer. Pembatasan dan pengukuran suhu tubuh terhadap umat yang sembahyang pun juga dilakukan.
"Bagaimana bagusnya kegiatan tidak menyebabkan kerumunan. Hal ini sudah kami bicarakan dengan PHDI dan beberapa tokoh Hindu. Agar tidak ada persepsi yang macam-macam," cetus Arman.
Hal yang sama dilakukan pada saat upacara Melasti. Beberapa tempat yang menjadi lokasi upacara pun dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Ini dilakukan agar kegiatan lancar dan tak menimbulkan penularan virus.
Guna memastikan seluruh prosesi berjalan dengan lancar dan aman, pihaknya meminta seluruh umat Hindu untuk bekerjasama. Yakni bersama 200 petugas kepolisian yang berjaga ditambah dengan 150 personel TNI, Dishub, Satpol PP dan BPBD.
"Kami berharap kegiatan menjelang dan kegiatan Hari Raya Nyepi bisa berjalan lancar. Sebab itu mari bekerjasama untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," ucap Kapolresta Banyuwangi. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |