Peristiwa Nasional

Singo Ulung dan Tari Petik Kopi, Dua Aset Budaya Bondowoso Diusulkan Masuk Warisan Dunia UNESCO

Minggu, 21 Maret 2021 - 20:07 | 505.43k
Tari Petik Kopi tarian asal Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin ini menunjukkan bahwa Bondowoso adalah kabupaten yang memiliki kekayaan kopi (Foto: Disparpora for TIMES Indonesia).
Tari Petik Kopi tarian asal Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin ini menunjukkan bahwa Bondowoso adalah kabupaten yang memiliki kekayaan kopi (Foto: Disparpora for TIMES Indonesia).
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Masyarakat Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tentu tidak akan asing dengan Singo Ulung dan Tari Petik Kopi. Dua kebudayaan itu merupakan kesenian asal Bumi Ki Ronggo. Keduanya masuk dalam daftar Ijen Geopark dan tengah diusulkan masuk warisan dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG).

Singo Ulung biasa jadi pertunjukan dalam acara-acara besar seperti festival dan semacamnya. Atraksi Singo Ulung tersebut biasanya sering dipertontonkan di area yang cukup luas seperti di Alun-Alun.

Advertisement

Sementara Tari Petik Kopi lebih banyak jadi pertunjukan di acara-acara formal atau seremonial, dan untuk menyambut tamu kehormatan Pemkab Bondowoso. Namun demikian, tak jarang antara Singo Ulung dan Tari Petik Kopi tampil bersamaan dalam sebuah acara tertentu.

Kebudayaan Singo Ulung

Singo-Ulung.jpg

Singo Ulung merupakan aset kebudayaan yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Tahun 2015 lalu.

Singo Ulung berasal dari Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Pertunjukan Singo Ulung biasanya juga ditampilkan bersama tari Topeng Konah dan diiringi musik gamelan.

Singo Ulung dan Topeng Kona menceritakan asal usul Juk Seng (Mbah Singo) dan Jasiman, tokoh masyarakat di Desa Blimbing. Pertunjukan Singo Ulung juga sebagai uapaya tolak bala alias menjauhkan dari segala malapetaka.

Sementara hingga kini, makam Juk Seng atau Mbah Singo selalu dikunjungi masyarakat. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur pada saat acara tradisional Bersih Desa.

Tari Petik Kopi

Tari Petik Kopi merupakan warisan budaya tak benda yang menggambarkan kehidupan petani kopi, dengan alur cerita yang ditampilkan oleh beberapa petani kopi perempuan.

Tampilan petani perempuan itu sederhana, tetapi berkarakter tegas dan luwes sedang memanen atau memetik kopi.

Tarian ini ditampilkan pada panen raya kopi dengan iringan alunan musik tong-tong, yaitu musik tradisional dengan instrumen musik berupa kentongan.

Tari Petik Kopi berasal dari Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Hingga kini, Tari Petik Kopi kerap tampil di berbagai acara sebagai bagian identitas wilayah penghasil kopi.

Tim ahli budaya Ijen Geopark, Tantri Raras mengatakan Tari Petik Kopi dan Singo Ulung masuk ke dalam pembelajaran anak-anak sekolah. "Memang edukasi mengenai budaya harus ditekankan kepada para siswa,” katanya. 

Menurutnya, tataran budaya terus diedukasikan kepada pelajar. Baik siswa Taman Kanak-kanak (TK). "Tapi seluruh tingkatan nantinya. Baik SD, SMP dan SMA,” jelasnya.

Singo Ulung kata dia, salah satu sanggar yang kerap mementaskannya adalah Gema Buana. Bertempat di Padepokan Desa Prajekan. 

Dia berharap nantinya Singo Ulung ini bisa melekat dan menjadi budaya Bondowoso. Serta menjadi kebanggaan semua warga. "Bisa masuk ke dunia pendidikan dan dipraktikkan,” harapnya.

Sementara Tari Petik Kopi, salah satu sanggar yang sering mementaskan adalah Raung Abinaya, terletak di Kecamatan Sumberwringin.

“Edukasi budaya ini kami harap bisa menyentuh masyarakat dan dimiliki oleh warga Bondowoso. Punya kebanggaan tersendiri,” terang alumni Unej tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, total situs geologi, biologi dan budaya Ijen Geopark di Kawasan Bondowoso yang diajukan ke UNESCO ada 16 situs. Berikut rinciannya.

Situs geologi ada sembilan. Terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Blalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So'on Solor.

Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara situs budaya yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi. Semua situs tersebut tangah diajukan masuk warisan dunia atau UNESCO Global Geopark. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES