Peristiwa Daerah

Pasca Gempa, Warga Ampelgading Terima Trauma Healing dari Pemkab Malang

Jumat, 16 April 2021 - 15:46 | 25.60k
Suasana pemberian trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Malang. (FOTO: Dok. Camat Ampelgading for TIMES Indonesia)
Suasana pemberian trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Malang. (FOTO: Dok. Camat Ampelgading for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Gempa bermagniduto 6,7 SR yang terjadi di Kabupaten Malang dan beberapa wilayah Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) lalu membuat trauma seluruh warga terdampak gempa. Inilah yang jadi perhatian Pemkab Malang.

Apalagi, sejumlah warga khususnya di Kabupaten Malang sendiri hingga saat ini masih mengungsi di beberapa tenda yang telah disiapkan oleh pihak Pemkab Malang, Pemprov Jatim hingga BNPB RI.

Advertisement

Dengan trauma yang dialami hampir seluruh warga, khususnya bagi anak-anak yang terdampak, pihak Pemkab Malang sendiri saat ini secara masif melakukan metode trauma healing kepada anak-anak yang terdampak gempa.

Camat Ampelgading, Ahmad Sovie Nuralam mengatakan, paska gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Malang, yang menyebabkan korban meninggal, luka, trauma hingga depresi dan was-was membuat pihaknya terus mencoba memulihkan kondisi psikis warga yang terdampak gempa tersebut.

"Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang di bantu dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melakukan trauma healing kepada warga, khususnya para anak-anak," ujar Sovie saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (16/4/2021).

Dijelaskan Sovie, kegiatan trauma healing tersebut dilakukan untuk semua warga di Ampelgading yang tersebar di 13 desa, yakni Desa Argoyuwono, Lebakharjo, Mulyosari, Purwoharjo, Sidorenggo, Simojayan, Tamansari, Tawangagung, Tirtomarto, Tirtomoyo, Wirotaman dan Sonowangi.

"Kalau tenda kita buat trauma healing. Mereka (warga terdampak) bermalam di depan rumah masing-masing dengan mendirikan tenda," katanya.

Dengan tidak mendirikan tenda pengungsian, diungkapkan Sovie, hal tersebut dilakukan karena sebagai antisipasi adanya klaster baru akibat menumpuknya warga di tempat pengungsian.

"Kami tidak mendirikan tenda besar untuk pengungsi. Tenda ada di depan rumah masing-masing warga. Hal itu di khawatirkan ada penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Dengan itu, ditambahkan Sovie, dirinya berharap agar para orang tua dapat menjadi konselor trauma healing kepada anak-anaknya dengan tetap bersikap tenang dan meluangkan waktunya untuk bisa bermain.

"Harapan saya dengan adanya trauma healing ini bisa terus berlangsung beberapa hari ke depan hingga tasa trauma yang menyerang psikologi mereka bisa berkurang ataupun hilang," pungkasnya.

Sebagai informasi, dari berita sebelumnya telah tercatat per 15 April 2021 gempa yang menimpa di wilayah Kabupaten Malang telah menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 107 orang mengalami luka-luka.

Untuk kerusakan fisik dari data Pemkab Malang per 14 hingga 15 April 2021 telah bertambah, yakni sudah ada 5.924 unit rumah, 192 unit bangunan sekolah, 15 unit Fasilitas Kesehatan (Faskes), 104 tempat ibadah hingga 28 fasilitas umum di Kabupaten Malang yang juga mengalami kerusakan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES