Peristiwa Daerah

Asik Main Tiktok, Bocah di Banyuwangi Nyaris Tersambar Kereta Api

Senin, 26 April 2021 - 10:59 | 163.92k
Komik TIMES Indonesia. (Grafis: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Komik TIMES Indonesia. (Grafis: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Seorang bocah di Banyuwangi nyaris meregang nyawa karena lupa diri akibat dimabuk aplikasi TikTok. Saking asiknya merekam video, bocah tersebut hampir tersambar kereta api Pandanwangi jurusan Jember - Banyuwangi.

Beruntung bocah asal Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi tersebut berhasil terselamatkan berkat tindakan cepat dari temannya.

Advertisement

Kejadian ini bermula saat Defa Kandara Putra Riono (14) sedang menyusuri perlintasan kereta api pada pagi hari bersama segerombolan teman-temannya. Sembari bermain HP, dirinya duduk-duduk di sebuah jembatan dan berbincang.

Tak lama kemudian, Defa mulai menjauh dari gerombolan. Dirinya nampak asik merekam suasana sekitar jembatan perlintasan kereta api dengan HP miliknya. Diperkirakan, bocah tersebut sedang membuat konten untuk aplikasi TikTok.

Dari kejauhan, KA Pandanwangi mulai terlihat. Masinis pun membunyikan klakson berulangkali. Namun karena Defa asyik dengan HP, dia tidak menggubris keadaan tersebut. Peringatan dari temannya pun juga diabaikan.

Melihat Defa mengabaikan segala bentuk peringatan itu, temannya langsung bertindak tegas. Dengan refleks yang cepat, tangan Defa ditarik paksa sehingga tubuh Defa terjatuh keluar dari perlintasan kereta api. Selang beberapa detik dari jatuhnya mereka berdua, KA Probowangi pun melintas dengan kencang tepat didepan mata kedua bocah tersebut.

"Tangan bocah itu (Defa) ditarik temannya hingga terguling ke sisi kanan rel kereta api dan terselamatkan dari sambaran kereta," kata Slamet Prihatika, Kepala Dusun tempat Defa tinggal, Senin (26/4/2021).

Menurut Slamet, bocah tersebut sedang merekam video untuk dijadikan konten media sosial. Dari sejumlah saksi mata, juga menuturkan jika bocah tersebut nampak sendiri saat diperlintasan kereta api. Sedangkan teman-teman Defa lainnya, berada agak jauh dari lokasinya merekam video.

"Anaknya tidak mengaku jika membuat video. Namun bilangannya hanya main-main saja. Semuanya sudah diberikan pengarahan oleh pihak stasiun Rogojampi dan kepolisian setempat. Orangtuanya juga dipanggil," katanya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Rogojampi, Ipda Suharto mengimbau kepada para orang tua agar memberikan pemahaman kepada anaknya. Agar tidak bermain dalam bentuk apapun di perlintasan kereta api atau sekitarnya. Terlebih lagi di bulan puasa dengan dalih ngabuburit.

"Langkah kami memanggil orang tua, Kepala Dusun untuk dilakukan pembinaan yang disaksikan oleh Kepala Stasiun," jelas Ipda Suharto.

Secara terpisah, Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember, Radhitya Mardika menegaskan sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menjelaskan ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal disekitar jalur KA untuk tidak melakukan aktivitas apapun disekitar rel, terutama saat menunggu waktu berbuka puasa. Sayangi anak anda, dengan melarang beraktivitas dan atau bermain disekitar jalur KA," cetus Radit usai menerima laporan bocah di Banyuwangi yang nyaris tersambar kereta api Pandanwangi tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES