Ekonomi

Survei Terbaru LKPI di Sumsel: Gerindra - Demokrat Bersaing Tiga Besar

Kamis, 27 Mei 2021 - 10:45 | 45.07k
Direktur Riset Lembaga Kajian Publik Independen ( LKPI ) Sutrisno. (Foto: LKPI for TIMES Indonesia)
Direktur Riset Lembaga Kajian Publik Independen ( LKPI ) Sutrisno. (Foto: LKPI for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PALEMBANGPartai Gerindra dan Partai Demokrat bersaing di tiga  besar di Sumatera Selatan. Sementara, PDI Perjuangan dan Golkar bersaing menjadi yang terkuat untuk memimpin elektabilitas partai-partai politik yang ada di provinsi Sumatera Selatan.

"'Tingkat elektoral PDI-P masih teratas di provinsi Sumatera Selatan. Pemilih akar rumput  partai mocong putih masih belum bergeser ke partai-partai politik lainnya," ungkap Direktur Riset Lembaga Kajian Publik Independen ( LKPI ) Sutrisno ketika berbincang dengan TIMES Indonesia, Kamis (27/5/2021).

Advertisement

Menurutnya, pemilih massa massive (pemilih kuat) dari akar runput partai penguasa ini tidak berubah signifikan dibandingkan dengan hasil pemilihan legislatif pada tahun 2019 lalu.

"Dalam berbagai uji simulasi yang dilakukan, dengan menyodorkan nama-nama partai politik kepada responden, elektoral PDIP dan Golkar bersaing ketat di Sumsel," ujar Trisno.

Berdasarkan peringkat didapatkan hasil elektoral yakni PDI-P (16,8 %), Golkar (16,2 %) Gerindra (9,9 %) Demokrat (9,8 %), PKB (5,8 %) , Nasdem (5 %), PAN (3,5 %), PKS (3,4 %), Hanura (2,3 %), Perindo (1,8 %), PPP (1,6 %), PSI (0,3 %),   PBB (0,6 %), PKPI (0,2 %), Gelora (0,2 %). Sementara massa yang belum menentukan pilihan (undesided votters) sebesar 22,6 %.

Dari catatan ada kenaikan partai Demokrat yang mulai merapat masuk dalam tiga besar dari urutan partai-partai yang tadinya bertenger di tiga besar, angkanya masih masuk dalam marjin of eror pada survei yang dilakukan penelitian.

"Tentunya hal ini merupakan sangat menguntungkan dari kader partai besutan AHY tersebut. Peluang positif ini tentunya harus dijaga ritmenya. Tentunya bagi partai-partai politik lainnya harus waspada jangan sampai elektoralnya tergerus lebih jauh lagi ke bawah," kata pria yang pernah tergabung dalam peneliti lapangan lembaga survei  Benua Institute.

Ditambahkan lagi dengan situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, strategi dan treatment yang tepat untuk mendekati pemilih wajib di desain lebih berbeda lagi.

"Strategi inovatif  terjun langsung ke masyarakat harus dikembangkan dan di inovasi lagi, tentunya  harus bisa membaca kondisi serta  pemanfaatan media yang tepat," terang Direktur Riset LKPI Sutrisno.

Survei yang diselenggrakan LKPI ini  dimulai 18-26 Mei 2021 dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling melibatkan 820 responden  pada selang  tingkat kepercayaan 95 % margin error' +/- 3,5 persen.

Wawancara yang dilakukan dengan metode instrumen kuisioner lewat telepon secara proporsional di 17 kabupaten/kota  yang tersebar di provinsi Sumatera Selatan.

“Berhubung  di masa pandemi Covid-19, survei yang kami lakukan dengan menggunakan base data telepon dengan total 169.100 sample yang diacak dan didapatkan 820 responden terpilih," ungkap Sutrisno kepada TIMES Indonesia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES