Peristiwa Daerah

Dampak Isu Tsunami, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Turun Drastis

Senin, 07 Juni 2021 - 18:55 | 93.18k
Pantai Grajagan Banyuwangi. (FOTO: Riswan Efendi/TIMES Indonesia)
Pantai Grajagan Banyuwangi. (FOTO: Riswan Efendi/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Setelah diterpa isu adanya ancaman potensi tsunami di perairan selatan Jawa Timur. Jumlah wisatawan pengunjung destinasi wisata di kabupaten Banyuwangi mengalami penurunan hingga 60 persen.

Turunnya angka wisatawan ini merupakan respons dari kekhawatiran masyarakat tentang potensi terjadinya bencana alam di kabupaten paling timur pulau Jawa ini.

Advertisement

Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar Banyuwangi) M. Yanuart Bramuda mengatakan dari jumlah total lebih dari 12 ribu wisatawan perminggunya, kini hanya mencapai angka 5 ribu pengunjung saja.

Yanuart Bramuda

"Karena memang kita hitungnya perminggu dan di pekan ini turunnya sangat drastis," kata Bramuda kepada TIMESIndonesia, Senin (7/6/2021).

Kendati demikian, dirinya menuturkan bahwa jumlah wisatawan yang menginap di hotel tidak mengalami penurunan yang berarti.

"Padahal untuk pengunjung hotel stabil dan tidak terlalu besar pengaruhnya," ungkap Bramuda.

"Dari seluruh tempat wisata yang ada di Banyuwangi, rata-rata yang mengalami penurunan adalah wilayah pantai seperti Pulau Merah, Pantai Boom, Watu Dodol dan lainnya," tambahnya.

Menurutnya, destinasi yang selama ini menempati peringkat tertinggi dikunjungi oleh wisatawan adalah wilayah pantai. Sehingga dengan adanya isu tsunami tersebut membuat pantai di Banyuwangi sepi pengunjung.

Sebelumnya kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan jika Pantai Selatan Jawa Timur berpotensi diterpa gelombang tsunami setinggi mencapai 29 meter.

Pernyataan ini disampaikan langsung saat Webinar Kajian dan Mitigasi Gempa dan Tsunami di Jawa Timur pada 28 Mei 2021 lalu.

Atas dasar itu Disbudpar Banyuwangi mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas berkunjung ke tempat wisata. Terlebih agar meminimalisir adanya korban jika terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami, wisatawan diminta untuk memahami ciri-ciri dan langkah evakuasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES