Peristiwa Daerah Bencana Nasional Covid-19

Bondowoso Pecah Rekor, Kasus Positif Covid-19 Capai 75 dalam Sehari

Sabtu, 26 Juni 2021 - 19:20 | 39.65k
Grafik mingguan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Captute Grafik Dinas Kesehatan Bondowoso).
Grafik mingguan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Captute Grafik Dinas Kesehatan Bondowoso).
FOKUS

Bencana Nasional Covid-19

Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bondowoso, terus mengalami peningkatan. Bahkan Jumat (26/6/2021) kemarin, ada tambahan 75 kasus. Angka itu memecahkan rekor dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Pada hari yang sama, Kota Surabaya ada di posisi kedua dengan tambahan 69 kasus dan Jombang sebanyak 61 orang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Mohammad Imron membenarkan data tersebut. "Data per Jumat kemarin, ada 75 orang positif Covid-19," katanya.

Oleh karena itu, pihkanya mengimbau masyarakat Bondowoso untuk memperketat tindakan 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas). 

"PPKM mikro tingkat desa juga tetap berlangsung di Bondowoso untuk menekan angka penularan Covid-19," jelasnya. 

Sementara Plt. Direktur RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna mengungkapkan, Bulan Maret dan April 2021 angka positif Covid-19 sudah sangat landai. 

Bahkan dalam setiap hari, RSUD hanya menerima pasien Covid-19 di bawah 10 orang. Tetapi justru naik drastis pasca libur lebaran.

"Ledakan kasus positif Covid-19 terjadi seminggu setelah lebaran hingga sekarang," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (26/6/2021). 

Terkait Covid-19 varian India atau Delta B.1.617.2 ditemukan di Jawa Timur. Pihaknya belum bisa memastikan varian tersebut menyebar di Bondowoso. 

"Sebab perlu ada penelitian lanjutan. Belum dapat diketahui terdapat Covid-19 varian baru atau tidak di Bondowoso," jelasnya. 

Sementara untuk memastikan, pihaknya segera mengirim sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes RI. 

"Bondowoso mendapatkan jatah lima sampel untuk dikirim ke sana. Hasil pemeriksaan baru bisa diketahui sekitar satu dampai dua bulan," paparnya. 

Menurutnya, sampel yang dipilih dengan CT Value terendah. Saat ini, CT Value beberapa pasien sudah ada yang di angka 15.

"Semakin rendah CT Value, semakin berat juga kondisi kesehatan pasien," jelasnya di sela-sela kegiatan vaksinasi. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bondowoso per 26 Juni 2021, dari total 125 tempat tidur di ruang isolasi RSUD dr. Koesandi, masih tersisa 55. 

Sementara di RS Bhayangkara, dari 29 tempat tidur hanya tersisa enam. "Karena ada peningkatan kasus sehingga ruang isolasi penuh," jelas Direktur RS Bhayangkara, dr. Heri Budiono.

Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menerima dan memberikan pelayanan bagi pasien. Baik yang terpapar Covid-19 maupun non Covid-19.

"Karena di RSUD  Koesnadi banyak terserap untuk pasien Covid-19. Kami juga fokus pasien non Covid, karena banyak pasien non Covid dialihkan ke Bhayangkara," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSUD dr. Koesnadi Bondowoso mendirikan tenda darurat khsusus pasien Covid-19, untuk mengantisipasi ledakan kasus.

Tenda tersebut digunakan untuk antrean pasien yang menunggu hasil tes Swab PCR. Mengingat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr. Koesnadi kini kondisinya penuh pasien Covid-19

Sementara berdasarkan hasil evaluasi PPKM mikro per Sabtu 26 Juni 2021. Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bondowoso, menurun dibandingkan kemarin, dengan total 65 penambahan kasus. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES