Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Kota Malang: Apapun Kondisinya Harus Tetap Siap

TIMESINDONESIA, MALANG – Tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Malang terus mengalami peningkatan. Apalagi, dalam kurun waktu tiga hari ini sudah puluhan jenazah di makamkan sehari. Pada Senin (5/7/2021) kemarin, petugas pemakaman harus memakamkan sekitar 26 jenazah Covid-19 dalam sehari saja.
Hal tersebut pun, membuat para petugas yang tergabung dari UPT Pemakaman DLH Kota Malang, BPBD Kota Malang dan PSC 119 Dinkes Kota Malang sempat kewalahan memakaman puluhan jenazah Covid-19.
Advertisement
Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang, M Taqruni Akbar mengatakan, para tim saat ini memang kewalahan menangani pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Malang. Apalagi beberapa hari terakhir ini, kematian akibat Covid-19 pun terus mengalami lonjakan.
"Gini ya, kalau kewalahan memang mas. Yang di pemakaman dan di RS juga kewalahan juga. Kerja kita kan juga menunggu hasil RS dulu. Kalau RS lambat, kita pun menjadi lambat," ujar Taqruni kepada TIMES Indonesia, Selasa (6/7/2021).
Petugas pemakaman saat beristirahat di tembok usai melaksanakan tugasnya, Selasa (6/7/2021). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Apalagi, kata Taqruni, awal pemakaman dulu, para tim pemakaman mengawali proses pemakaman jenazah Covid-19 pada pagi hari, yakni pada pukul 09.00 WIB. Akan tetapi, semenjak meningkatnya kematian akibat Covid-19 ini, para petugas pun melakukan pemakaman pada siang hari. Hal tersebut dikarenakan para petugas pemakaman terlalu lelah hingga melakukan pemakaman sampai subuh.
"Sekarang kan banyak teman-teman yang perlu istirahat. Kayak tadi malam (6/7/2021) selesainya jam setengah 4 subuh baru selesai. Tapi, apapun kondisinya, teman-teman (petugas pemakaman) semua harus siap," ungkapnya.
Menurut Taqruni, seharusnya yang paling ideal itu, ada sekitar 8 petugas pemakaman dalam satu tim yang bekerja memakamkan jenazah Covid-19. Akan tetapi dengan keterbatasan petugas, mau tidak mau harus dilaksanakan meski kekurangan petugas.
Para petugas pemakaman jenazah Covid-19 saat menghantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir, Selasa (6/7/2021). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Untuk sementara ini, kata Taqruni, setiap tim pemakaman telah disiapkan sekitar 7 petugas, itu pun dari UPT Pemakaman DLH Kota Malang yang ditambah dengan 4 petugas dari BPBD Kota Malang dan 4 petugas dari PSC 119 Dinkes Kota Malang.
"Cuma kondisi seperti ini walau ada 6 orang saja, tetap kita jalankan. Ya harus memaksimalkan apa yang ada. Ya pada akhirnya energi kan juga terkuras. Risikonya di sana," tuturnya.
Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan oleh para petugas dengan menggunakan APD lengkap di TPU Kasin, Kota Malang, Selasa (6/7/2021). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dengan itu, dirinya ingin masyarakat bisa sadar bahwa Covid-19 ini memang sangat berbahaya dan ganas. Maka dari itu, ia mengimbau agar masyarakat bisa patuh protokol kesehatan dan menaati kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
"Tolong jangan lalai. Kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya. Dengan itu kita wajib mematuhi prokes," tandasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Sholihin Nur |