Bupati Probolinggo Murka Soal Insiden Pembongkaran Peti Jenazah Covid-19

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Buntut pembongkaran peti jenazah Covid-19 di Desa Tigasan Wetan, Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membuat murka Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Sejauh ini, aparat penegak hukum tengah mengusut, biang kerok kericuhan itu.
Aksi itu pun, sangat disayangkan semua pihak. Sebab sejauh ini, aksi semacam itu dilakukan atas dasar tidak jelas. Jika mengacu pada syariat agama, semuanya juga sudah dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan syariat agama.
Advertisement
"Sejak awal pandemi, Maret 2020 lalu hingga saat ini, saya berikan amanah pada rumah sakit. Harus sesuai dengan syariat agama, dipandu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Itu sudah clear, tim benar-benar melaksanakan syariat itu, tapi kenapa masih terjadi? Saya berhak marah atas hal ini," terang Bupati, di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Senin (9/8/2021), di Pendopo Kabupaten Probolinggo.
Insiden itu, kata istri Ketua Komisi IV DPR RI ini, sangat berdampak dan bisa menimbulkan efek domino. Karena itu, Bupati Tantri menegaskan, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Lebih lanjut, wanita berhijab ini menegaskan, pihaknya dari awal pandemi tak main-main dengan aturan. Segala upaya penegakan disiplin semata-mata untuk membawa masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa segera terbebas dari wabah mematikan ini. Salah satunya dengan patuh protokol kesehatan.
"Selain 5M, satu lagi yang harus diterapkan masyarakat. Jadi 6M. Satunya itu ‘Manuto’," tutup istri Hasan Aminudin itu.
Sementara itu, Kaporles Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebut, pihaknya juga mendengar insiden pembongkaran peti jenazah covid19 itu.
"Sangat kami sayangkan. Karenanya segera kami usut pihak-pihak yang melanggar undang-undang protokol kesehatan itu dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Arsya.
Sebelumnya, warga Tegasan Wetan, Leces, Kabupaten Probolinggo, nekat membongkar peti jenazah covid-19. Aksi tidak bertanggung jawab itu, kini masih diselidiki pihak berwajib. Lantaran sangat membahayakan keselamatan orang banyak. Hal itu pun memantik kemarahan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |