Anak-Anak Bisa Alami Kekerasan, Ini Tips Parenting Anak di Webinar PIAUD Unisla

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Kekerasan terhadap adalah topik hangat saat ini. Banyak anak mendapatkan perilaku yang sebenarnya tidak layak mereka dapatkan.
"Menurut Menteri Sosial Republik Indonesia, di Indonesia sendiri terdapat 8.021 anak yang mengalami kekerasan dan 1:4 anak di dunia mengalami kekerasan yang dilakukan oleh ibunya," kata Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Direktur Centre of Excellence Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Maila Dinia Husni Rahiem, M.A, Ph. D, saat didaulat menjadi pemateri dalam webinar yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) PIAUD Universitas Islam Lamongan (Unisla), Kamis, (16/9/2021).
Advertisement
Mengingat kekerasan bisa dialami anak dari siapa pun dan di mana pun. Bahkan secara tak langsung dilakukan oleh orangtua mereka sendiri.
"Trauma yang dialami oleh anak biasanya terjadi karena kekerasan yang diterima pada masa kecilnya. Biasanya kekerasan yang dialami oleh anak di lakukan oleh orang terdekatnya, yaitu orang tuanya dan yang paling banyak yang mengalami kekerasan adalah anak perempuan," kata Dinia melalui platform Zoom.
Apa sebab? Kehidupan anak terkadang tidak berjalan dengan mudah sesuai harapan orangtua. Hingga mengakibatkan anak mengalami kekerasan, baik secara fisik, emosional, maupun seksual.
"Ada beberapa alasan orang tua yang cenderung melakukan kekerasan pada anak. Pertama, pola pengasuhan anak yang cenderung abusive. Kedua, memiliki pengharapan yang terlalu tinggi pada anak. Ketiga, orang tua memiliki pengharapan yang terlalu tinggi kepada anak. Keempat, pernah mengalami kekerasan sebelumnya," ujarnya.
Selain menyakitkan, efek kekerasan yang dialami juga bisa fatal. Terutama bagi psikologis anak, perasaan malu, bersalah, atau ketakutan bisa menghantui mereka dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan trauma. Untuk itu, perlu waspada dalqm menjaga si Kecil karena bila sudah menjadi korban kekerasan dan pelecehan emosional membutuhkan banyak waktu untuk kembali ke pulih dari trauma.
Nah, dalam mengatasi itu, Dinia juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk melakukan parenting kepada anak untuk membantu anak terhindar dari kekerasan dan mengatasi rasa takut.
"Pertama, adanya keterbukaan masalah antara orang tua dan anak. Kedua orang tua harus bersyukur atas hasil yang telah dicapai oleh anak dan yang ketiga, lingkungan keluarga yang positif ,dengan lingkungan keluarga yang baik atau positif dapat mengubah psikologis pada anak," tutur Dinia. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ardiyanto |
Publisher | : Rochmat Shobirin |