Peristiwa Daerah

Kampung Warna-Warni Jodipan Malang Sepi Pengunjung Pasca Banjir

Minggu, 14 November 2021 - 17:28 | 93.76k
Suasana pintu masuk lokasi wisata KWJ Malang yang terlihat sepi tak ada pengunjung, Minggu (14/11/2021). (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Suasana pintu masuk lokasi wisata KWJ Malang yang terlihat sepi tak ada pengunjung, Minggu (14/11/2021). (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANGKampung Warna Warni Jodipan (KWJ) Malang kini sepi pengunjung. Padahal wisata kampung tematik tersebut mulai kembali dibuka sejak Jumat (29/10/2021) lalu.

Sepinya pengunjung tersebut, dikarenakan pada 4 November 2021 lalu, KWJ Malang sempat terdampak banjir bandang kiriman dari Kota Batu.

Advertisement

Banjir di wilayah KWJ Malang setinggi kurang lebih dua meter hingga meluber ke lokasi tempat berjualan makan di sekitar area jembatan kaca.

Salah satu penjual aneka macam minuman dan makanan di KWJ Malang, Ana Winanto mengaku sudah mulai berjualan per Minggu (14/11/2021) hari ini. 

Akan tetapi, meski kali ini masuk dalam masa Weekend, terlihat tak ada wisatawan masuk ke KWJ Malang di sepanjang lokasi wisata, mulai dari spot-spot foto hingga di lokasi jembatan kaca.

"Hari ini saya sudah mulai jualan kembali. Kemarin kan warga membersihkan lumpur di sini. Kami bersihkan kurang lebih enam hari," ujar Ana.

Rumah Ana yang berada tepat di belakang bangunan tangga menuju jembatan kaca tersebut, sempat kemasukan air beserta material lumpur setinggi mata kaki.

"Sepinya memang sejak ada Corona (Covid-19). Tapi ditambah lagi dengan banjir kemarin juga ini," ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan (KWJ) Malang, Muhammad Rosyidi menyebutkan bahwa hingga saat ini rata-rata pengunjung perharinya hanya tersisa tiga persen.

"Tiga persen dari jumlah pengunjung sebelumnya. Jumlah sebelumnya itu perbhari bisa 1.200. Sekarang sampai 100 saja sudah bagus," tuturnya.

Selain tingkat kunjungan sepi, lanjut Rosyidi, pasca terjadinya banjir bandang, sejumlah sarana dan prasarana di KWJ Malang juga terdampak.

"Seperangkat CCTV itu rusak yang berada di 16 titik, begitu juga dengan PC dan monitornya rusak, karena tergenang air. Galon cat sebanyak 50 galon juga ikut hanyut," bebernya.

Ditambahkan Rosyidi, untuk jumlah rumah yang terendam banjir di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, ada sekitar 5 unit. "Kalau yang kemasukan material banjir, seperti lumpur itu ada 30 unit," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES