Peristiwa Nasional PPKM Darurat

Kapolda Jatim: Saat Tahun Baru Semua Alun-alun Ditutup

Minggu, 19 Desember 2021 - 14:15 | 61.78k
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta (tengah) usai menggelar rapat koordinasi Operasi Lilin Semeru, Sabtu (19/12/2021). (FOTO: Humas Polda Jatim)
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta (tengah) usai menggelar rapat koordinasi Operasi Lilin Semeru, Sabtu (19/12/2021). (FOTO: Humas Polda Jatim)
FOKUS

PPKM Darurat

Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SURABAYAKapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan saat Tahun baru 2022, seluruh alun-alun yang ada di Jawa Timur akan ditutup. Hal tersebut disampaikan Nico usai menggelar rapat koordinasi Operasi Lilin Semeru 2021, Sabtu (19/12/2021).

"Lokasi wisata dan tempat keramaian, nanti sudah disampaikan bahwa dalam Inmendagri itu sebisa mungkin nanti ditiadakan dan juga alun-alun nanti ditutup tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan tanggal 1 Januari 2022," ujar Nico.

Advertisement

Nico mengatakan Perayaan Nataru kali ini, Indonesia masih belum usai dari wabah Covid-19, meskipun angka penularannya mengalami penurunan yang signifikan dan relatif dapat dikendalikan. Namun di wilayah Jatim masih terdapat beberapa yang masuk level 3 berdasarkan Inmendagri Nomor 67 tahun 2021, diantaranya Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten, Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bangkalan.

Hal ini lantaran daerah tersebut tingkat vaksinasi masih belum mencapai target khususnya bagi kaum lansia. Oleh karena itu, agar kepala daerah bisa mempercepat cakupan vaksinasi khususnya bagi daerah yang dibawah 60 persen.

Jendral bintang 2 itu memaparkan, seiring dengan mulai longgarnya kegiatan PPKM sebagai efek dari diturunkannya level PPKM tersebut, menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan lagi protokol kesehatan yang telah di tetapkan.

"Hal ini terlihat dari banyaknya kerumunan massa di beberapa lokasi Mall, tempat hiburan, dan lokasi publik lainnya, bahkan beberapa lokasi tersebut sudah abai terhadap aplikasi peduli lindungi, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kluster - kluster penyebaran covid-19 di ruang publik, apalagi saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicron yang saat ini berdasarkan laporan dari Kemenkes RI sudah masuk ke wilayah Indonesia," paparnya. 

Kata Nico, untuk mencegah penyebaran virus varian Omicron, Pemerintah pusat melalui SKB 3 menteri telah mengeluarkan kebijakan peniadaan cuti bersama saat libur Nataru 2021 serta pemberlakuan Inmendagri No 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada saat Nataru 2021.

"Kebijakan tersebut dikeluarkan dengan tujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat terutama pada saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 sehingga diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran covid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiolog," lanjutnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama perayaan Nataru, Polda Jatim bersama TNI dan Institusi terkait akan melaksanakan Operasi Lilin Semeru 2021 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021 dan 2022.

Sebelum pelaksanaan operasi tersebut, Polda Jatim juga melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) terhitung mulai tanggal 17 sampai dengan 23 Desember 2021, dengan fokus kepada kegiatan Operasi yustisi, Cipkon Harkamtibmas dan kegiatan lalulintas untuk mendukung penanganan covid-19 serta menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif menjelang Nataru.

Kegiatan operasi ini akan dilaksanakan selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Dalam operasi ini Polda Jatim akan melibatkan  9.940 personel yang terdiri 930 personel Polda dan 9.010 personel Polres Jajaran.

Selain itu, juga disiapakan dukungan kekuatan dari Instansi lain, yaitu TNI sejumlah 1.863 personel, Pemda sejumlah 3.346 personel dan elemen masyarakat yang mengerahkan 2.757 personel, terdiri dari Jasa Raharja, DAMKAR, PMI, Pramuka, ORARI, BASARNAS, PELINDO, ORGANDA dan lainnya.

Pria asal Surabaya itu mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat perayaan Natal dan tahun baru. Ia juga minta masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, dan sebisa mungkin juga menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan, apalagi tidak menaati protokol kesehatan.

"Yang paling utama kita tidak bisa berhasil kalau tidak ada dukungan dari masyarakat untuk dapat melaksanakan hal tersebut," jelasnya

Lebih lanjut Nico menuturkan, dalam Inmendagri Nomor 66 sudah diatur, beberapa tempat yang harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Serta kapasitas gereja harus 50 persen.

"Saya kira itu penting untuk dilaksanakan dan tadi hadir dari PGI yang di sini nanti disampaikan kepada gereja di seluruh Jawa Timur," ucap Kapolda Jatim ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES