Peristiwa Daerah

Beredar Hoaks Matos Tutup, Pelaku Minta Maaf

Rabu, 16 Februari 2022 - 20:28 | 58.06k
Tangkapan layar video viral hoaks yang menyebutkan Matos tutup saat dikunjungi Kabaharkam Polri. (Foto: Tangkapan Layar/TIMES Indonesia)
Tangkapan layar video viral hoaks yang menyebutkan Matos tutup saat dikunjungi Kabaharkam Polri. (Foto: Tangkapan Layar/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Beredar video di media sosial TikTok dan WhatsApp Group (WAG) yang menyebutkan lokasi pusat perbelanjaan, yakni Malang Town Square (Matos) ditutup ataupun disegel.

Video tersebut viral di media sosial TikTok dengan akun @masboy9601. Dalam video tersebut dituliskan caption "Arek Ngalam: Matos Ditutup Lur".

Advertisement

Atas video hoaks yang menyebar beberapa waktu lalu, tim internal dari Matos pun melakukan penyelidikan atas pengunggah di media sosial TikTok untuk melakukan klarifikasi.

"Apalagi di dalam komentar video TikTok itu ada yang bertanya apa benar ditutup. Dia (pemilik akun) menjawab iya seperti LaiLai ditutup sementara," ujar tim internal Matos, Agus S saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Rabu (16/2/2022).

Perlu diketahui, rekaman video tersebut saat ada kunjungan Kabaharkam Polri dan Wali Kota Malang saat melakukan sidak penerapan protokol kesehatan (prokes) di pusat perbelanjaan, tepatnya di Matos.

Setelah ditelusuri pemilik akun TikTok tersebut, ternyata bekerja di salah satu restoran besar di Kota Malang.

Akhirnya, tim internal Matos pun meminta klarifikasi dan mentakedown atau menghapus video hoaks tersebut, karena telah merugikan pihak matos.

"Awalnya saya minta dia datang ke Matos untuk klarifikasi. Ternyata dia sakit. Saya gak mau kalau dia cuma minta maaf. Ini sudah merugikan orang. Akhirnya dia membuat klarifikasi video dan di upload di TikTok dia," ungkapnya.

Kini, video hoaks tersebut telah dihapus dan pemilik akun tersebut mengupload video klarifikasi permohonan maaf kepada pihak Matos, karena telah menyebarkan narasi hoaks.

"Padahal loh kita (Matos) gak tutup. Itu kan kegiatan kunjungan Kabaharkam dan Wali Kota Malang. Katanya padahal disini prokesnya ketat dan sudah bagus," katanya.

Disisi lain, ternyata pemilik akun TikTok tersebut bukan pemilik video asli dengan narasi Matos disegel. Akan tetapi, pemilik akun TikTok tersebut hanyalah mengunggah video yang dikirim oleh temenannya untuk diunggah ulang dengan narasi di tutup.

Untuk perekam video, lanjut Agus, saat ini pihaknya masih menyelidiki secara utuh dan telah memiliki titik terang siapa yang merekam video tersebut.

"Segera kita temukan. Nanti kemungkinan kami meminta klarifikasi terkait modus dia apa. Kan ini juga pembelajaran untuk bijak bersosialisasi. Semua video yang diterima gak bisa ditelan mentah-mentah," tuturnya.

Terpisah, Markom Manager Matos, Sasmitha Rahayu menyayangkan atas kegaduhan yang telah dilakukan oleh pelaku penyebar hoaks.

Sebab, tentunya video tersebut pasti berdampak kepada kunjungan Matos dan sekitar 2000 pegawai Matos dan tenant tentu sangat dirugikan jika Matos sepi akibat video tersebut. 

"Itu untung viewernya masih 180 sekian. Kalau rugi berapa gak bisa kita prediksi, kan ini barengan sama Omicron juga. Yang pasti dengan isu-isu tersebut kasian para pegawai kan," tandas Markom Manager Matos, Sasmitha Rahayu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES