Peristiwa Daerah

Update BOR Covid-19 Kota Malang, Isoter SKB Tersisa Dua Tempat Tidur

Jumat, 25 Februari 2022 - 17:18 | 49.94k
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat menyempatkan diri mengunjungi pasien Covid-19 di isoter SKB Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/TIMES Indonesia)
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat menyempatkan diri mengunjungi pasien Covid-19 di isoter SKB Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANGKasus Covid-19 di Kota Malang yang terus melonjak, kini berdampak besar terhadap keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19.

Di Kota Malang, terdapat 10 Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 bagi gejala sedang hingga berat, kemudian dua isolasi terpusat, yakni gedung SKB Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang dan RS Lapangan Idjen Boulevard.

Advertisement

Dari update terbaru yang diterima, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan bahwa saat ini untuk BOR di Kota Malang, khusus ICU, IGD dan ruang isolasi sudah mulai meningkat.

"ICU kita 70 persen. IGD 26 persen dan ruang isolasi 69 persen," ujar Husnul, Jumat (25/2/2022).

Kemudian, untuk ruang isolasi di RSUD Kota Malang dengan total 23 tempat tidur, lanjut Husnul, kini telah terisi sebanyak 13 pasien Covid-19. Yang paling terlihat, dari sejak dibukanya SKB Pandanwangi sebagai isoter pada pekan lalu, kini hanya tersisa 2 tempat tidur saja.

"Isoter SKB total 52. Sekarang sisanya 2 tempat tidur saja," ungkapnya.

Di sisi lain, RS Lapangan Idjen Boulevard yang memiliki total tempat tidur terbanyak, yakni 320 tempat tidur, kini hanya tersisa 8 tempat tidur saja. "Peningkatan kasus ini tergantung setiap harinya ya. Di lapangan saja sisa 8 tempat tidur sekarang," katanya.

Disebutkan Husnul, sejauh ini pasien yang menempati lokasi isoter, kebanyakan lansia (lanjut usia). Hal ini, menurutnya, memang bagi lansia sangat rentan terkena Covid-19, khususnya varian baru, yakni Omicron.

"Kebanyakan kalau isoter kan ringan ya itu. Rata-rata usia 40 sampai 50 tahun. Jadi kita wajib berhati-hati," tandas Kepala Dinkes Kota Malang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES