Warga Kulit Hitam di Ukraina Alami Perlakuan Rasis

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di tengah konflik yang kian membesar, warga kulit hitam di Ukraina justru menerima perlakuan rasis saat berusaha menyelamatkan diri. Dilansir dari BBC News Indonesia, Selasa (1/3/2022), para pengungsi yang mayoritas adalah warga asing tidak diperbolehkan melintasi perbatasan dan dibiarkan terlantar di stasiun kereta.
Dalam video viral yang ditunjukkan, seorang warga kulit hitam mengatakan bahwa ia merasa mereka diperlakukan secara rasis. Hal ini didukung oleh seruan imbauan dari salah seorang pasukan keamanan dalam video tersebut bahwa mereka yang dizinkan menyeberang hanyalah perempuan dan anak-anak warga Ukraina.
Advertisement
(FOTO: euronews.com)
“Kami lelah dan lapar, kami belum tidur selama dua hari karena semua hal ini. Dan kami sangat marah akan hal ini, karena mengapa mereka mengutamakan warga Ukraina untuk keluar perbatasan dan meninggalkan kami di negara mereka,” ujar salah satu pengungsi wanita yang tidak disebutkan namanya.
Ia pun menambahkan bahwa mereka diperlakukan seperti layaknya binatang. Bahkan ada yang menerima perlakuan kasar seperti didorong dengan popor senapan atau disuruh memungut sampah di perbatasan agar bisa melanjutkan perjalanan.
(FOTO: independent)
Konflik yang sedang terjadi diketahui semakin memburuk dengan adanya serangan rudal ke gedung dewan kota di Kharkiv. Warga asing yang mayoritas diisi kalangan mahasiswa tersebut khawatir bahwa konflik ini akan berlanjut untuk waktu yang cukup lama, sehingga mereka berharap secepat mungkin bisa mengungsi keluar dari negara tersebut. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |